Destinasi Liburan Turis Kaya di China Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bepergian melepas penat menjadi satu hal yang sangat dirindukan banyak orang di kala pandemi Covid-19. Turis kaya di China mungkin tak dapat liburan ke luar negeri di tengah masa krisis ini.

Dilansir dari CNN, Selasa (31/8/2021), Negeri Tirai Bambu tampaknya tengah bersiap pada lonjakan perjalanan domestik menjelang Golden Week di Oktober mendatang. Usai lebih dari sebulan pembatasan ketat dan lockdown, China melaporkan tak ada kasus COvid-19 lokal baru pada 23 Agustus 2021 untuk kali pertama sejak Juli.

Sebelum pandemi, perjalanan domestik telah meningkat. Menurut laporan Akademi Pariwisata China, sektor ini memperkirakan sekitar 4,1 miliar perjalanan domestik pada 2021, adanya peningkatan 42 persen dibandingkan dengan 2020. Akademi telah memproyeksikan pendapatan sebesar 511 miliar dolar AS dari pariwisata domestik, naik 48 persen dibanding tahun lalu.

"Wisata outbound secara resmi tidak disarankan, dan persyaratan karantina saat kembali begitu memberatkan," kata Sienna Parulis-Cook, direktur pemasaran dan komunikasi di Dragon Trail, agen pemasaran digital yang berfokus pada China, kepada CNN Travel.

Ia melanjutkan, ada pula tekanan sosial rasa tanggung jawab tidak boleh mengambil risiko dengan bepergian ke luar negeri dan berpotensi membawa kembali virus. Di sisi lain, turis kaya memilih menjelajahi negara asal mereka.

"Karena China sangat luas. Ada begitu banyak bahasa, budaya, dan makanan yang berbeda, hal yang berbeda tumbuh di berbagai daerah. Ada banyak variasi," kata Jolie Howard, CEO dari layanan sewa jet pribadi yang berbasis di Hong Kong, Jolie Howard, kepada CNN Travel.

Menurut Hurun Report 2021, Sanya, taman bermain tropis di pulau Hainan di selatan China daratan, adalah destinasi paling populer di kalangan turis domestik yang kaya. Destinasi yang kerap disebut "Hawaii-nya China" ini dipenuhi dengan resor mewah, banyak yang dikelola oleh merek internasional.

Yunnan ada di posisi kedua, yakni daerah pegunungan yang menjadi rumah bagi kota-kota kuno, hutan, dan perkebunan teh. Di media Barat, tujuan ketiga dan keempat, yakni Tibet dan Xinjiang, sering menjadi berita utama, tapi biasanya karena alasan selain pariwisata.

Kedua wilayah tersebut berada di bawah pengawasan internasional yang ketat karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Amerika Serikat bersama dengan kelompok pemantau hak asasi manusia dan negara-negara Barat lainnya, menuduh pemerintah China melakukan genosida di Xinjiang dan sangat membatasi kebebasan di Tibet. China telah membantah tuduhan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tibet adalah Pilihan Favorit

Foto pada 30 November 2020 menunjukkan pemandangan di Wilayah Rutog, Prefektur Ngari, Daerah Otonom Tibet, China. Ngari, yang dijuluki sebagai
Foto pada 30 November 2020 menunjukkan pemandangan di Wilayah Rutog, Prefektur Ngari, Daerah Otonom Tibet, China. Ngari, yang dijuluki sebagai

Sebagai tujuan liburan, Tibet memiliki reputasi yang layak untuk pemandangan Himalaya yang menakjubkan, biara-biara kuno, dan masakan lezat. Provinsi Xinjiang, wilayah paling barat China, dikenal karena hubungan kunonya dengan perdagangan Jalur Sutra dan budaya Uyghur.

Lalu di urutan kelima ada Sichuan, terkenal dengan cagar alam panda raksasa, taman nasional, dan masakan daerahnya. Lantas mengapa kelima destinasi ini yang menjadi favorit?

"Mereka secara tradisional populer di kalangan turis China, dan sumber daya luar ruang yang kaya telah membuatnya semakin populer di kalangan turis elit," kata Mengfan Wang, manajer penelitian Dragon Trail kepada CNN Travel.

Menurut Wendy Min, juru bicara Grup Trip.com, grup tersebut telah melihat peningkatan pemesanan untuk tujuan liburan, seperti Disney Shanghai, Kota Terlarang Beijing, dan Tembok Besar China yang semuanya menawarkan "perjalanan yang mudah, nyaman, pengalaman budaya yang luar biasa, dan akomodasi berperingkat teratas."

Destinasi Lainnya

Bandara Internasional Baiyun Guangzhou  (ilustrasi/unsplash)
Bandara Internasional Baiyun Guangzhou (ilustrasi/unsplash)

"Kami telah melihat peningkatan jumlah pengunjung di tempat-tempat seperti Guangzhou, Chongqing, Zhuhai, Dunhuang dan Quanzhou - situs UNESCO yang baru terdaftar, tidak diragukan lagi di banyak daftar keinginan perjalanan," kata Min kepada CNN Travel.

Wang menyebut, turis China yang kaya tak hanya memilih destinasi secara berbeda-beda. Mereka juga mengubah cara pergi ke berbagai tempat dengan mengemudi.

"Banyak orang juga akan terbang ke kota teratas (seperti Shanghai) dan lalu mengambil rute mengemudi sendiri yang populer di wilayah barat daya dan barat laut China," lanjut Wang.

Sejalan dengan itu, rekan Wang, Parulis-Cook, menyebut kaum muda dan orang kaya China juga telah bepergian lewat jalan darat dengan kendaraan mewah, menyewa campervan kelas atas, dan glamping di perkemahan eksklusif. Sementara, naik kapal pesiar menjadi kian populer di destinasi rekreasi seperti pulau Hainan, favorit sejak lama di kalangan elit China berkat belanja bebas bea, pantai berpasir, dan lapangan golf yang rimbun.

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel