Desy Ratnasari Sedih Saat Hari Lebaran

·Bacaan 1 menit

VIVADesy Ratnasari merasakan pengalaman di Hari Raya Idul Fitri yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini, Desy Ratnasari harus melewati lebaran tanpa keluarga besarnya. Biasanya Desy kumpul keluarga saat hari raya tiba.

"Sekarang ada pembatasan mobilisasi, kita gak boleh kumpul-kumpil. Ya udah, tahun kemaren video call-an, grup video call yang di Bandung, Sukabumi, Jakarta, semua berhai-hai," kata Desy Ratnasari saat tampil di acara Brownies beberapa waktu lalu.

Selain itu, Desy Ratnasari harus melewati Hari Raya Idul Fitri tanpa kehadiran ibunya. Mengapa bisa demikian? Baca artikel ini selanjutnya.

Sejak Ramadhan, ibunda Desy Ratnasari harus menjalani isolasi mandiri. Ibunda Desy dinyatakan positif COVID-19 dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Keadaannya berangsur membaik dan kini sedang melakukan pemulihan.

"Mama COVID, jadi udah 3 minggu mama sama tante di rumah masing-masing di Sukabumi, karena kan isolasi mandiri. Sama-sama masuk rumah sakit, sudah 2 minggu, sudah boleh keluar dari rumah sakit, tinggal pemulihan," ujar Desy.

Maka selama Ramadhyan, Desy Ratnasari menyiapkan segala kebutuhannya sendiri. Ia mulai belajar masak sampai buat kue. Bahkan Desy coba jalani hidup sehat sejak ibunya dirawat di rumah sakit.

"Di rumah lagi berusaha untuk menghindar segala sesuatu bersifat terigu. Kita ini begini karena belajar ketika mama masuk rumah sakit, tante juga. Makanya kita ubah pola hidup kita, makanan. Saya udah 3 tahun makan beras merah," ujar Desy Ratnasari.

Keadaan seperti itu buat Desy ratnasari tidak bisa menghabiskan hari raya seperti biasa. Desy Ratnasari memang sedih, namun tidak ada cara lain selain menerima dan bertemu secara virtual.

"Mama gak bisa (kumpul), kita aja kalau telponan, video call, sama tante video call. Di rumah cuma berenam sekarang, sama adik aku, suaminya, anaknya terus tanteku sama Najwa. Aku jadi sedih ya, yang sedihnya kita enggak bisa seperti dulu," ucap Desy Ratnasari.