Detail Amukan Klopp ke Jurnalis saat Liverpool Gagal Menang

Satria Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Emosi manajer Liverpool, Juergen Klopp, meledak saat diwawancara oleh Des Kelly, wartawan dari BT Sport, usai laga melawan Brighton and Hove Albion yang berakhir dengan skor 1-1 di Amex Stadium, Sabtu 28 November 2020 itu. Klopp marah ke Kelly karena pertanyaannya yang cukup menyinggung skuad.

Bermula saat Klopp ditanya soal bagaimana pendapatnya terkait penalti untuk Brighton. Kelly menyatakan Jordan Henderson tak sepakat dengan wasit terkait penalti tersebut.

Pun, Henderson mengklaim kepada Kelly, para pemain Brighton tak setuju pula terjadi penalti.

Pertanyaan ini ternyata menyinggung Klopp. Kekesalannya terhadap pemegang hak siar, BT Sport, meledak karena Liverpool jadi korban dari jadwal yang padat.

Makanya, menurut Klopp, apa yang terjadi saat laga melawan Brighton dianggapnya sebagai buntut dari jadwal padat karena tuntutan komersial dari pemegang hak siar.

Di sisi lain, Klopp merasa, sektor ini juga jadi penyebab dari hadirnya badai cedera Liverpool.

"Dengar, Anda mau mengarahkan semua ini salah saya. Mau dijadikan tajuk utama karena memang laku. Saya bilang tadi bukan penalti karena wasit tiup peluitnya. Jangan lihat dari sudut pandang itu, Anda selalu mencobanya setiap saat. Hari ini, saya bilang itu penalti dan Anda tak senang dengan jawabannya, Apa yang mau Anda dengar?" kecam Klopp dilansir The Sun.

Lalu, Kelly menjawabnya dengan bingung. "Saya cuma bilang apa yang dikatakan pemain Anda."

Pertanyaan itu jadi pemicu segalanya. Respons Kelly sama sekali tak digubris oleh Klopp.

Jelang pertanyaan pamungkas, Klopp bahkan mencak-mencak dengan nada tinggi ke Kelly. Dia sudah sangat kesal saat ditanya ada lagi pemainnya yang cedera, James Milner.

Kelly tak terima begitu saja. Sebab, dia merasa Klopp marah pada pihak yang salah. Sebagai pemegang hak siar, Kelly menjelaskan, BT Sport sama sekali tak punya hak intervensi terhadap jadwal.

"Kami sudah bicara, antara manajer, sepekan lalu. Ada 15 lawan lima atau 16 banding empat, terkait jajak pendapat lima pergantian. Tapi, tak ada yang terjadi. Tapi, katanya butuh 14 suara dan Chris Wilder atau siapa pun, bilang saya ini egois. Tak penting. Saya minta banyak pergantian karena sudah alami masa-masa ini saat bekerja di Mainz. Saya mau lindungi pemain, bukan karena urusan taktik," terang Klopp.