Deteksi Payudara Sebagai Upaya Cegah Kanker di Masa Pandemi COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pasien kanker payudara mengalami situasi yang semakin sulit di masa pandemi COVID-19. Selain harus mengobati penyakitnya, mereka juga harus benar-benar menjaga imunitas tubuh yang cenderung rendah agar tidak mudah terpapar virus Corona.

“Bukan hanya para pengidap kanker payudara yang harus waspada. Keluarga, teman, dan siapa saja yang ada di sekitanya harus menyadari bahwa mereka bisa menjadi pembawa virus Corona yang dapat memperparah kondisi pasien kanker payudara yang mereka sayangi ini,” kata Ketua Panitia Webinar Lovepink 'Love U: Saat Penting Sayangi Dirimu' dan Ketua Bidang Kegiatan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), Atie Nitiasmoro.

Karena pentingnya pengetahuan dan kesadaran mengenai hal itu, PBI dan Lovepink mengadakan webinar untuk berbagi berbagai hal mulai dari cara mendeteksi kanker payudara, sampai upaya menghindari tertular Corona. Hal ini menjadi penting karena pasien kanker payudara sebagai komorbid menduduki peringkat ke-3 setelah penyakit jantung dan stroke.

“Penting sekali kita semua mendeteksi ada tidaknya sel kanker ini di tubuh kita. Sebab, kanker termasuk klasifikasi komorbid, yaitu penyakit penyerta yang dapat memperparah kondisi pasien,” ujarnya.

Pentingnya Deteksi Dini pada Pasien Kanker Payudara

Sementara itu, Lasmi Notokusumo mengingatkan pentingnya deteksi dini untuk membebaskan perempuan dari stadium lanjut kanker payudara, juga menjadi lebih waspada dalam situasi pandemi COVID-19 kayaksekarang ini.

Aktivis Lovepink, organisasi nirlaba yang fokus pada sosialisasi deteksi dini dan pendampingan pasien kanker payudara, menambahkan, tidaklah sulit mendeteksi keberadaan kanker payudara.

“Ada dua hal yang perlu dilakukan, yakni Sadari (periksa payudara sendiri) dan Sadanis (periksa payudara secara klinis). Sebelum pandemi, Lovepink aktif mengunjungi berbagai wilayah di Jabodetabek untuk penyuluhan dan pemeriksaan kondisi payudara peserta menggunakan peralatan USG," katanya.

"Tetapi sekarang kita hanya bisa bergerak melalui edukasi online saja,” Lasmi menambahkan.

Cegah Sedini Mungkin

Hal serupa disampaikan dokter ahli gizi, Dr. Patsy S. Djatikusumo, SpGK bahwa pandemi COVID-19 membawa dampak yang luar biasa besar bagi golongan rentan termasuk pengidap kanker.

“Golongan rentan ini biasanya tidak banyak melakukan aktivitas di luar, tetapi mereka dikelilingi oleh orang-orang sehat yang mempunyai aktivitas dan kepentingan keluar rumah dan bertemu orang lain. Covid lebih mudah menyerang dan berakibat fatal bagi orang orang yg mempunyai komorbid seperti kanker payudara,” katanya.

Lalu apa dampak COVID-19 terhadap penderita kanker payudara?

Patsy, menjelaskan, pasien kanker, apalagi yang sedang menjalani kemoterapi, daya tahan tubuh berada diambang yang sangat rendah. Mudah sekali terkena infeksi apapun termasuk COVID-19.

“Penderita kanker yang juga terinfeksi COVID-19 akan terhambat pengobatan kankernya dan bahkan bisa membawa akibat yang fatal. Oleh karena itu dalam menghadapi pandemi ini kita harus saling menjaga dan melindungi,” katanya.

Selain meningkatkan imunitas tubuh dengan pola hidup sehat seperti makan sehat, istirahat cukup, rutin berolahraga dan lain-lain, yang terpenting adalah melakukan protokol kesehatan, setidaknya 5M.

1. Memakai masker

2. Mencuci tangan

3. Menjaga jarak

4. Menjauhi kerumunan

5. Mengurangi mobilitas

“Pasien kanker payudara termasuk yang akan mengalami kondisi parah saat terinfeksi virus Corona. Karena itu perlu kita pelajari berbagai hal untuk menghindari atau mengurangi risiko saat terkena Covid-19. Sangat penting juga melakukan vaksinasi bila kesehatan tubuh penderita kanker payudara ini memenuhi syarat,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel