Detik-detik kecelakaan Livina maut yang tewaskan 2 orang

MERDEKA.COM, Kecelakaan maut kembali terjadi di Jakarta. Dini hari tadi, sekitar pukul 00.57 WIB, sebuah mobil Grand Livina yang dikendarai Praditya menabrak sejumlah kendaraan dan warung pecel lele, di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Kecelakakan bermula ketika sopir warga Bekasi itu bersama seorang penumpang WN Korea, melaju dari arah Kemang Raya menuju Jalan Ampera Raya Jakarta Selatan.

Ketika sampai di depan Cafe Star Deli Kemang Jalan Kemang Selatan, Livina tersebut menabrak pengunjung yang sedang keluar cafe. Bukanya berhenti, Praditya justru kabur usai menabrak.

Polisi yang berada di lokasi kejadian, segera mengejar Livina maut. Berniat mengelabui polisi, Praditya memacu laju mobil dengan mematikan lampu depan. Namun nahas, usaha itu justru menjadi awal kecelakaan Livina bernomor polisi B 1796 KFL itu.

"Habis matiin lampu, lokasi satu kilo Livina itu menabrak motor," kata Kasat Lantas Jakarta Selatan Kompol Hindarsono kepada merdeka.com, Kamis (27/12).

Tidak berhenti di situ, karena takut usai menabrak, Praditya tetap memacu laju kendaraan. Beberapa saat kemudian, Praditya justru menabrak warung pecel lele yang berada di Jalan Ampera Raya.

Usai menabrak warung pecel lele, Praditya makin nekad memacu kendaraannya hingga berakhir, setelah menabrak Mobil Toyota Avanza bernopol B 109 E.

Karena ulah 'gilanya' itu, Praditya sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga akhirnya polisi berhasil mengamankan. Polisi menetapkan Praditya sebagai tersangka.

"Sopir ya otomatis tersangka, dugaan awal tersangka. Sempat juga digebukin warga," terang Hindarsono.

Dua orang meningal dan sejumlah lainnya luka-luka, karena ditabrak Livina maut. "tujuh orang jadi korban, satu meninggal di TKP dan satu di rumah sakit," lanjutnya.

Usai diamankan polisi, Praditya segera menjalani tes urine. Hasilnya, sopir kelahiran 1987 itu negatif menggunakan narkoba.

Sementara warga Korea Selatan yang juga berada di Livina tersebut adalah teman pelaku. "Sopirnya Indonesia asli, orang kita. Warga Korea cuma menumpang," imbuhnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.