Detik-detik Menegangkan Evakuasi WNI di Kabul Afghanistan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 26 warga negara Indonesia dan sejumlah warga negara asing dari Kabul, Afghanistan. Rombongan WNI dievakuasi dengan pesawat TNI Angkatan Udara dan tiba dengan selamat di Indonesia pada Sabtu dini hari tadi, 21 Agustus 2021.

Evakuasi WNI ini merupakan respon pemerintah atas memanasnya situasi keamanan di Afghanistan pasca dikuasai Taliban. Kementerian Luar Negeri bekerjasama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan TNI menugaskan Skandron Udara 17 untuk misi penjemputan WNI di Afghanistan. Satu pesawat Boeing 737-400 TNI AU diturunkan untuk misi ini.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengakui rencana pelaksanaan evakuasi WNI dari Afghanistan sempat mengalami sedikit kendala akibat perkembangan situasi yang terjadi di lapangan. Perubahan rencana terpaksa dilakukan melihat kondisi terkini di Kabul, salah satunya yakni rencana armada yang akan digunakan untuk melakukan evakuasi tersebut.

"Awalnya evakuasi direncanakan dilakukan menggunakan pesawat sipil. Namun demikian, di tengah jalan rencana tersebut harus kita sesuaikan karena kondisi lapangan yang berubah," ujar Menlu saat jumpa pers evakuasi WNI disiarkan di kanal Youtube Kemlu RI, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, diputuskan bahwa upaya evakuasi tersebut dilakukan menggunakan pesawat militer.

Panglima TNI mengatakan misi evakuasi WNI di Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai, Kabul, bukan misi yang mudah dan banyak kendala, mengingat situasi yang terus berubah dan berkembang di lapangan. Namun demikian, Marsekal Hadi bersyukur misi evakuasi 26 WNI dan sejumlah WNA berhasil dan berjalan sesuai rencana.

"Dengan mengucap syukur, alhamdulillah pagi ini misi evakuasi dari Kabul ke Tanah Air Indonesia dapat dilaksanakan dengan aman sesuai dengan rencana," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat jumpa pers, Sabtu.

Berikut detik-detik menegangkan operasi evakuasi WNI dari Afghanistan:

- Pada 18 Agustus 2021, pukul 06.00 WIB, pesawat Boeing 737-400 TNI AU dengan nomor A-7305 yang ditugaskan dalam misi penjemputan WNI dari Afghanistan bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma, menuju Kabul dengan rute Jakarta-Aceh-Colombo-Karachi-Islamabad-Kabul.

- Sesuai rencana awal, pesawat dirancang untuk bermalam di Islamabad, Pakistan, mengingat penerbangan dari kota tersebut ke Ibu Kota Afghanistan, Kabul, terbilang sangat pendek yakni maksimal satu jam. Dengan pertimbangan karena kesempatan mendarat di Kabul yang tak pasti, sehingga kapanpun izin mendarat didapatkan, pesawat dapat langsung berangkat dari Islamabad.

- Pesawat TNI AU mendarat di Islamabad, Pakistan pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat. Sementara koordinasi terus dilakukan untuk mengurus izin mendarat pesawat di Bandara Hamid Kurzai, Kabul.

- Pesawat TNI AU semula diizinkan mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada 19 Agustus pagi, sekitar pukul 4.10 waktu setempat. Namun, izin itu ditarik kembali dan ditunda lantaran adanya perkembangan lapangan yang tidak kondusif.

- Sambil menunggu situasi dan mengajukan proses izin mendarat baru, pesawat TNI AU diputuskan untuk tetap menunggu di Islamabad selama proses tersebut berlangsung.

- Pada tanggal 20 Agustus dini hari, pemerintah RI memperoleh informasi bahwa izin mendarat yang baru telah dikeluarkan. Pesawat TNI AU pun berangkat menuju Kabul pada 20 Agustus sekitar pukul 4.10 waktu setempat dan tiba di Kabul pada pukul 5.17.

- Rencana pesawat TNI AU hanya berhenti untuk evakuasi WNI selama 30 menit. Namun kembali terjadi dinamika di lapangan sehingga pesawat berada di Bandara Kabul selama kurang lebih 2 jam.

- Pesawat TNI AU yang mengemban misi evakuasi WNI akhirnya tinggal landas meninggalkan Kabul, Afghanistan sekitar pukul 07.10 waktu setempat dan mendarat di Islamabad pukul 08.11 waktu setempat untuk mengisi bahan bakar.

- Pesawat TNI AU yang membawa 26 WNI, 5 orang warga negara Filipina dan 2 WN Afghanistan beserta tim evakuasi, mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021 sekitar pukul 03.09 WIB.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel