Detik-detik Penangkapan KST yang Bunuh Sertu Eka dan Istri di Lanny Jaya Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengapresiasi atas keberhasilan Tim Gabungan TNI-Polri menangkap WT, pelaku pembunuhan Sertu Eka Andrianto Hasugian Babinsa Koramil 1702-/Kurulu dan Isterinya. Bahkan pelaku juga melukai anak korban yang masih balita.

"Apresiasi dari Bapak Kasad atas gerak cepat dan kerja keras oleh tim gabungan yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut," ucap Dudung melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna, Sabtu (30/4).

WT yang DPO Polri merupakan anggota dari Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua. WT ditangkap di Kampung Dugume Distrik Dugume Kab. Lanny Jaya pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.40 Wit.

"Saat akan ditangkap di Kampung Dugume, WT tiba-tiba melarikan diri menuju ke arah jurang, sehingga Tim Gabungan memberikan tembakan peringatan, karena tidak diindahkan maka ditembak untuk dilumpuhkan," kata Tatang.

Keberhasilan ini merupakan tindaklanjut dari perintah Dudung Abdurachman pada Kamis (31/3) yang lalu, kepada Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pelaku pembunuhan dan dilanjutkan dengan melakukan proses secara hukum.

"TNI AD bersama Polri tidak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur, terhadap gerombolan kelompok separatis teroris yang selama ini telah melakukan gangguan keamanan dan melakukan pembunuhan terhadap aparat pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat sipil," tegasnya.

Tatang juga menyampaikan, bahwa keberadaan TNI di Papua merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua sehingga sejajar dengan wilayah lainnya. Untuk itu, ia pun mengajak seluruh elemen bangsa di Papua untuk bersama-sama mewujudkannya.

"Mari bersama kita wujudkan Papua yang damai, aman dan nyaman untuk menuju Papua yang maju serta sejahtera," pungkasnya.

Sebelumnya,Tim gabungan TNI-Polri membekuk tersangka pelaku pembunuhan terhadap prajurit TNI Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Putri serta penganiayaan terhadap anak mereka yang masih balita. Tersangka terpaksa ditembak karena mencoba melakukan perlawanan.

Sertu Eka merupakan Babinsa Koramil 1702-/Kurulu, sedangkan istrinya Sri Lestari bertugas sebagai Bidan Puskesmas Elim Dinas Kesehatan Kabupaten Yalimo. Mereka dibunuh dengan keji di Jalan Trans Elelim, Kampung Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, pada Kamis (31/3) silam, Pukul 06.15 WIT

Pelaku tidak hanya membunuh Sertu Eka dan istri. Dia juga memotong jari anak pasangan itu yang masih balita.

"Akhirnya tim gabungan TNI-Polri berhasil menangkap pelaku pembunuhan, yang merupakan gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) berinisial (WT), yang juga sebagai DPO Polri, bertempat di Kampung Dugume Distrik Dugume, Kabupaten Lanny Jaya, Sabtu (30/4) pagi pukul 07.40 WIT," kata Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol Kav. Herman Taryaman dalam keterangannya, Sabtu (30/4). [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel