Detik-detik saat Shark Bunuh Festus di Apartemen Kebon Jeruk

Siti Ruqoyah, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat hari ini menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan warga asing asal Ghana, Festus. Ada 24 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan itu.

Dalam puluhan adegan itu, terbongkar bagaimana ulah yang dilakukan JO alias Shark dalam membunuh Festus secara detil dari saat keduanya bermain PlayStation hingga berakhir dengan aksi kejahatan.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra, bersama tim mengerucut kasus tersebut hingga adegan pelaku melarikan diri usai melakukan pembunuhan

“Semuanya kami detailkan dari mulai bertemu, bermain PS, minuman keras, membunuh, dan melarikan diri,” ujar Dimitri ditemui di lokasi rekonstruksi, Senin 2 November 2020.

Sebelumnya, WN Ghana, Festus, 24, ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu apartemen di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu 24 Oktober 2020 sore. Korban ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk.

Dalam rekontruksi itu, disimpulkan jauh sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. Festus dan Shark sempat bermain ke rumah Timmi yang tak lain adalah teman keduanya.

Di sanalah keduanya bermain ps sambil meminum vodka. Taruhan kemudian disepakati keduanya sebesar Rp 1 juta. Karena kalah, Festus merebut smartphone Shark.

Pelaku Shark kemudian kesal, adu mulut dan duel antara Festus dan Shark terjadi. Festus lantas kalah duel setelah tertusuk beberapa kali di di bagian dada kiri dan tangan kanannya. Akibatnya korban kehabisan darah dan tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

“Terungkap di sini, penusukan terjadi di adegan 17,” ujar Dimitri.

Usai membunuh Shark kemudian kabur dan meminta pertolongan kepada kekasihnya DK yang merupakan WNI. Dalam proses pelariannya, pelaku berusaha mengubah penampilannya sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Dimitri menyebutkan tidak ada tambahan bukti dalam rekonstruksi ini. Semua penyidikan dan keterangan saksi tampak sama dengan rekonstruksi.

Sementara akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP Juncto pasal 170 atas kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ren)

Baca juga: Anies Naikkan UMP DKI 2021 Jadi Rp4,4 Juta