Detik-Detik Wamenparekraf Jatuh Pingsan di Keraton Solo, Bikin Panik Gibran dan Gusti Dipo

·Bacaan 2 menit

Solo - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, jatuh pingsan seusai merilis atraksi budaya prajurit Keraton Solo, Sabtu (6/11/2021). Kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba saat jumpa pers di halaman Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu siang.

Angela saat itu berdiri di antara Perwakilan Keraton Solo, KGPHA Dipokusumo, serta Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Saat Gusti Dipo memberikan penjelasan, ia tiba-tiba lemas dan terjatuh. Kejadian tersebut langsung membuat panik semua orang. Sejumlah panitia penyelenggara sigap memberikan pertolongan lalu memapah Wamenparekraf menuju dalam keraton. Setelah itu acara jumpa pers seketika dihentikan.

Sebelumnya Wamenparekraf Angela membuka acara dengan menabuh drum bersama Gibran dan keluarga keraton. Angela juga sempat ikut bergabung dengan para prajurit di halaman keraton.

Mengutip Solopos.com, sebelum pingsan, Wamenparekraf Angela, memberikan keterangan pers secara singkat. Ia mengatakan dukungan pada atraksi budaya Keraton Solo tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi mendukung peningkatan daya tarik wisata dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Mengedepankam kearifan lokal bagaimana bisa mengemas atraksi budaya daerah lebih baik lagi akhirnya bisa jadi kekhasan daerah, dan jadi daya tarik minat wisatawan domestik maupun internasional agar tau kekayaan budaya yang kita miliki,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kunjungi Rumah Atsiri

Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com, Angela, mendatangi Rumah Atsiri, yang berlokasi di Desa Plumbon, Jl Watusambang, Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi.

Angela mengapresiasi konsep yang dihadirkan di Rumah Atsiri. Menurutnya, fasilitas dan atraksi yang dihadirkan di Rumah Atsiri sangat menarik dan ramah untuk anak-anak. Rumah Atsiri memiliki laboratorium sains yang lengkap, dan menjadi penyelenggara beragam kelas minyak atsiri dan program-program yang sesuai untuk TK hingga SMA. Laboratorium menyediakan kesempatan untuk bereksperimen membuat produk turunan dengan minyak atsiri sesuai dengan kemampuan wisatawan.

“Di Rumah Atsiri lengkap sekali ya, atraksi yang dihadirkan untuk wisatawan juga beragam. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menikmati atraksi dan fasilitas di Rumah Atsiri, seperti membuat sabun, slime, dengan aroma yang bisa mereka pilih sendiri,” kata dia dalam keterangan pers.

Angela juga menyampaikan rasa kagumnya pada museum minyak atsiri yang menyajikan sejarah minyak atsiri dari sebelum masehi hingga tahun 2000an. Di museum ini, wisatawan dapat mengikuti perjalanan penemuan minyak astiri dan penyebarannya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Angela berharap Rumah Atsiri dapat terus berkembang sehingga bisa dijadikan contoh sebagai destinasi wisata wellness unggulan sekaligus pemicu pelaku pariwisata lainnya untuk turut berkembang.

Dalam kunjungan ini Wamenparekraf Angela didampingi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event), Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani. “Museum ini juga memamerkan peralatan dan perlengkapan asli untuk membuat minyak atsiri. Penyampaian informasi sejarahnya juga dengan cara yang menarik,” kata dia.

dapatkan berita menarik Solopos.com lainnya, di sini:

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel