Dewa Osiris sebagai Asosiasi Makhluk Mumi Pertama

Syahdan Nurdin, ulwanzaki77-607
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam sejarah Mesir kuno ada banyak dewa-dewa terbesar yang mempengaruhi seluruh dunia kuno. Ada banyak dewa dan dewi yang disembah namun karakteristiknya sulit untuk dijabarkan, kebanyakan dari mereka sering diibaratkan dengan matahari, api dan dunia bawah.

Tetapi hal ini bisa berubah sesuai naik turunnya dewa dan bagaimana masyarakat Mesir menyikapinya. Osiris adalah salah satu dewa yang penting di Mesir dewa yang menguasai dunia bawah, menurut kepercayaan masyarakat mesir kuno Osiris melambangkan kematian, kebangkitan dan siklus banjir yang diandalkan mesir untuk mengairi pertanian yang mempengaruhi kesuburan lahan mereka.

Di Mesir Kuno, dewa Osiris dipercaya sebagai dewa kelahiran kembali dan hakim orang mati di akhirat. Osiris sering muncul dalam seni pemakaman Mesir di mana ia sering digambarkan sebagai sosok berwajah hijau atau berwajah hitam dengan mahkota, penjahat, dan cambuk.

Osiris adalah saudara laki-laki Set, dewa badai dan kekacauan; suami dan saudara laki-laki Isis, dewi keibuan dan kesuburan; dan ayah dari Horus, dewa langit dan perang.

Dewa Osiris juga diasosiasikan sebagai mahluk mumi pertama di zaman mesir kuno yang berawal dari perjuangan penyarian Osiris yang diupayakan oleh Isis hingga dapat menemukan peti Osiris di kerajaan Byblos dengan upaya Isis menyerupai orangtua yang menjadi pelayan kerajaan.

Setelah Isis berhasil menemukan peti Osiris, namun setelah itu sesuatu yang tidak disangka oleh isis seth menemukan peti Osiris. Set sangat murka pada saat itu hingga seth memotong tubuh Osiris menjadi 14 bagian.

Isis pun tidak menyangka bahwa seth saudaranya melakukan hal sekeji itu, lalu isis pun mengumpulkan potongan potongan tubuh Osiris lalu menutupnya dengan sebuah kain tidak lama Orisis pun bangkit menjadi mumi dan dapat bersatu kembali dengan Isis yang akhirnya Orisis kembali menjadi penguasa di kehidupan barunya.

Dalam cerita ini bisa dilihat sebuah perjuangan dan kesetiaan dari orang terkasih mampu merubah sebuah ketidakmungkinan menjadi keajaiban, yang akhirnya mampu mengantarkan kesejahteraan.