Dewan minta KONI NTB persiapkan atlet sedini mungkin untuk PON 2028

Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat, Lalu Hadrian Irfani minta Pemerintah Provinsi dan KONI untuk mulai mempersiapkan atlet sedini mungkin mengingat provinsi itu akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.

"Karena kita (NTB, red) bersama NTT sudah ditetapkan menjadi tuan rumah PON tahun 2028, maka tentu atlet sedini mungkin kita harus persiapkan. Karena tidak mungkin kita akan impor atlet dari luar," ujarnya di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan meski PON masih akan berlangsung enam tahun lagi, namun hal tersebut, menurut Hadrian bukan waktu yang lama. Oleh sebab itu, dirinya berharap atlet-atlet sudah harus dipersiapkan dimulai dari sekarang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terutama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KONI.

Baca juga: NTB dan NTT resmi jadi tuan rumah PON 2028

"Kenapa harus cepat, karena tuan rumah itu harus ikut semua cabang olahraga," ujar Ketua Komisi V DPRD NTB yang salah satu bidangnya mengurusi kepemudaan dan olahraga ini.

Oleh karena itu, Anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan Kabupaten Lombok Tengah ini, berharap tidak ada atlet-atlet asal provinsi itu pindah membela daerah lain.

"Kami kecewa mendengar kabar (Ahmad Zigi Zaresta Yuda, red) akan pindah membela provinsi lain untuk PON 2024. Makanya jangan sampai ada atlet yang kekurangan. Karena kita tidak ingin ada Zigi-zigi lain lagi nanti. KONI dan Dispora harus memperhatikan hal ini," tegas Hadrian Irfani.

Atlet karate unggulan NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda atau kerap disapa Zigi bakal hengkang dari NTB. Atlet peraih medali emas SEA Games 2019 itu bakal pindah ke provinsi Bali untuk PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024.

Disinggung terkait skema dukungan anggaran sebagai persiapan NTB menjadi tuan rumah PON 2028, Hadrian menyatakan bahwa legislatif siap memperjuangkan anggaran PON dalam APBD.

"Kalau skema dukungan anggaran nanti kita akan sampaikan. Pokoknya untuk APBD kita siap backup. Karena bagaimana pun ini bukan gawe KONI tapi seluruh kita semua masyarakat NTB. Karena itu kita tunjukkan bahwa NTB tuan rumah yang baik," katanya.

Sebelumnya NTB bersama NTT ditetapkan sebagai tuan rumah PON ke-22 tahun 2028. Penetapan tuan rumah dilaksanakan dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa, di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (13/9).

Baca juga: Slank suarakan dukungan NTB-NTT tuan rumah bersama PON 2028

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, optimis NTB bisa menyiapkan semua infrastruktur untuk penyelenggaraan PON ke-22 tahun 2028.

"Dengan waktu enam tahun, akan mampu kita kejar," katanya.

Gubernur mengatakan, berdasarkan hasil visitasi Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Pusat, potensi calon venue yang ada di NTB mencapai 40 hingga 60 persen. Bahkan untuk cabang olahraga tertentu, seperti motocross, NTB menjadi tuan rumah.

"Jadi (potensinya) bukan hanya 80 persen, tapi 100 persen," ujar orang nomor satu di Bumi Gora ini.

"Apalagi sudah ada pesan dari Ketua Umum KONI Pusat (Marciano Norman) sudah jelas. Venue yang sudah ada direnovasi," tambahnya.

Gubernur mengajak seluruh pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga se-Indonesia untuk menyaksikan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, November nanti.

Baca juga: NTT dan NTB punya nilai lebih sebagai calon tuan rumah PON 2028

Ia juga mengatakan, NTB ingin menjadi tuan rumah yang memberikan kesempatan yang sama pada semua peserta.

"Tuan rumah tidak harus menang. Bahwa persahabatan itu jauh lebih penting," katanya.

Sementara Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, mengatakan dirinya secara pribadi dan pihak yang terlibat langsung dalam memperjuangkan NTB-NTT sebagai tuan rumah PON 2028 merasa sangat bersyukur. Pasalnya, penetapan secara resmi sebagai tuan rumah bersama PON 2028 berlangsung lancar tanpa hambatan apapun.

Mori juga menyampaikan, waktu enam tahun menjelang terselenggaranya multi event olahraga nasional terbesar di NTB - NTT disebutnya tidak lama. Sehingga sejumlah persiapan untuk memaksimalkan segala yang dibutuhkan sudah dipetakan. Termasuk soal venue yang ada di NTB dan NTT. Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Selanjutnya untuk masyarakat NTB dan NTT, Mori meminta dan berharap agar seluruh elemen masyarakat ikut terlibat mensukseskan serta memeriahkan PON Nusa Tenggara XXII/2028. Karena tanpa dukungan masyarakat, tentu tidak akan berjalan lancar seperti yang diharapkan.

"Kita harus bisa buktikan bahwa NTB dan NTT adalah tuan rumah yang baik. Tekad ini harus kita wujudkan bersama. Makanya kita harapkan masyarakat juga ikut terlibat," katanya.

Baca juga: TPP KONI kunjungi NTT cek fasilitas calon tuan rumah PON 2028