Dewan Pers: Media harus berpihak menyikapi RUU Kamnas

MERDEKA.COM, Anggota dewan pers, Agus Sudibyo mengatakan, dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU KamNas) media harus tegas menolak dan berpihak.

"Dalam konteks ini sudah harus ada keberpihakan, karena UU Kamnas ini adalah bahaya laten," ujar Agus saat melakukan petisi menolak RUU Kamnas di Hotel Aryaduta, Jakarta, (18/11).

Agus yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil dengan tegas mengungkapkan, jurnalis adalah profesi yang paling terancam dalam UU Kamnas ini.

"Harus ada gerakan politik dari pimpinan redaksi untuk menolak RUU ini," jelasnya.

Dia juga menduga, undang-undang Kamnas dapat disalahgunakan oleh penguasa.

"Kalau nanti kondisi politik memungkinkan ini akan digunakan sebagai memberanguskan pers," tegas dia.

Dia juga mencontohkan aksi brutal salah seorang TNI Angkatan Udara yang mencekik seorang wartawan saat hendak mengambil gambar pesawat jatuh beberapa waktu lalu.

"Betapa konyolnya pesawat militer yang jatuh di ruang publik, dikatakan termasuk mengancam keamanan negara, bagaimana jika UU Kamnas di sahkan," terang dia.

Untuk itu dia mengajak kepada semua elemen masyarakat khususnya media untuk menolak disahkannya UU karet ini.

"Dewan pers dalam waktu dekat akan mengkritisi RUU ini, dan kalau semua pimpinan media berbondong-bondong ke DPR untuk menolak UU ini, saya pikir ini akan lebih efektif," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.