Dewan Pertimbangan Golkar Ultimatum Ical  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung, memberi tenggat bagi calon presiden dari Golkar, Aburizal Bakrie untuk menaikkan elektabilitasnya. Jika tidak, partai harus segera mencari solusi agar Golkar tak kalah lagi dalam pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Kalau elektabilitas Aburizal tak kunjung naik, maka kami--Dewan Pertimbangan--sampaikan pada satu waktu perlu ada analisis mendalam. Dan waktu itu adalah Juli 2013," kata Akbar pada Tempo melalui sambungan telepon, Kamis, 13 Desember 2012.

Menurut Akbar, Dewan Pertimbangan Partai Golkar risau dengan pertumbuhan Aburizal Bakrie yang tak kunjung naik. Padahal, Ketua Umum Golkar itu sudah mendeklarasikan diri menjadi calon presiden sejak Juli 2012 lalu. "Kami melihat kecenderungan elektabilitas partai menaik, sedang elektabilitas Aburizal tak naik signifikan," ujarnya.

Akbar menjelaskan, kerisauan ini sudah disampaikan wantim lewat surat resmi kepada pengurus DPP Golkar. Surat sudah dikirimkan pekan lalu. Saat ini, kata Akbar, wantim akan menunggu respon dari pengurus DPP.

Surat itu, kata Akbar, meminta partai mengevaluasi metode pemenangan Aburizal menuju pilpres 2014. Setelah itu, perlu ada evaluasi menyeluruh atas perkembangan elektabilitas calon presiden dari Golkar. Evaluasi disarankan dilaksanakan pada Juli 2013 atau tepat satu tahun setelah deklarasi Aburizal sebagai capres pada Juli 2012 lalu.

Menurut dia, batas akhir Juli 2013 merupakan momen paling moderat untuk mengevaluasi pertumbuhan elektabilitas Aburizal. Apalagi berdasarkan beberapa survei, elektabilitas Ketua Umum Golkar itu tak beranjak signifikan sejak dideklarasikan sebagai calon presiden tunggal partai.

Pertimbangan pertama, waktunya tepat dengan satu tahun setelah Aburizal mendeklarasikan diri sebagai capres pada 1 Juli 2012 lalu. Kedua, waktu itu juga tepat satu tahun sebelum pemilihan presiden digelar pada Juli 2014 mendatang. "Jadi, kalau ada perubahan kebijakan, partai masih punya waktu untuk menyiapkan diri dan konsolidasi jelang pilpres digelar."

Sejak mendeklarasikan diri, elektabitas Aburizal memang tak kunjung naik. Berdasarkan survei beberapa lembaga, elektabilitas mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini bahkan lebih rendah dibanding mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla.

IRA GUSLINA SUFA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.