Dewas BPJS Kesehatan apresiasi Program JKN di Raja Ampat

Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Dewas BPJS Kesehatan Prof. Abdul Kadir bersama anggota dr. Ibnu Naser Arrohimi didampingi oleh Asisten Kedeputian Wilayah Papua dan Papua Barat Andi Budiyono serta Kepala Cabang Sorong Gilang Yoga Wardanu saat melakukan pengawasan program JKN di Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat, Minggu.

Ketua Dewas BPJS Kesehatan Prof. Abdul Kadir mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang telah berkomitmen dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat melalui Program JKN..

Komitmen tersebut dibuktikan dengan telah tercapainya Universal Health Coverage (UHC) lebih dari 95 persen cakupan peserta JKN dari tahun 2018 hingga sekarang. Hal ini patut dicontoh oleh daerah lain di Papua Barat.

Pihaknya akan terus mendorong pemerintah setempat agar terus meningkatkan mutu layanan baik di puskesmas maupun di rumah sakit dalam hal pemenuhan sarana prasarana dan ketersediaan tenaga medis untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Program JKN bantu pengobatan mahasiswa Manado saat KKT

Baca juga: BPJS Kesehatan gandeng UNS sukseskan program JKN

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati yang memberikan keterangan terpisah, menyambut baik kunjungan Dewas BPJS Kesehatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program JKN di daerah wisata kelas dunia itu.

Ia menyampaikan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, bahkan sampai terlayani di seluruh wilayah Indonesia.

Bupati sangat berterima kasih atas masukan dan saran dari Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dalam hal peningkatkan sarana prasarana dan upaya pemenuhan tenaga kesehatan di wilayahnya.

Dewas BPJS Kesehatan juga mengapresiasi Direktur RSUD Raja Ampat yang telah mengimplementasikan antrean daring.

Anggota Dewas BPJS Kesehatan Ibnu Naser menambahkan bahwa edukasi berkelanjutan terhadap masyarakat untuk bisa memanfaatkan teknologi digital sangat dibutuhkan di wilayah kepulauan ujung timur Indonesia.

Meidi Lidia Maspaitella selaku Direktur RSUD Raja Ampat menyampaikan terima kasih atas diimplementasikannya sistem antrean daring.

"Waktu tunggu dan waktu layan pasien menjadi lebih teratur dan terukur, hal ini sebagai bukti upaya peningkatan mutu layanan," tambah Meidi.

Baca juga: BPJS Kesehatan gandeng Kejari Banggai tingkatkan kepatuhan badan usaha

Baca juga: Aplikasi Mobile JKN mudahkan pelayanan warga Manado