Dewas KPK akan Klarifikasi Dirut Pertamina soal Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris meminta PT Pertamina kooperatif terhadap proses dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Menurut Haris, besok pihaknya akan memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati terkait dugaan pelanggaran etik Lili.

"Ya benar (dipanggil). Dewas memerlukan klarifikasinya atas keterangan dari anak buahnya," kata Haris kepada awak media, Rabu (20/4/2022).

Haris berharap pihak Pertamina yang dipanggil dan diperiksa Dewas KPK memberikan keterangan sesuai yang dibutuhkan Dewas KPK.

"Yakni dengan memberikan keterangan secara benar dan jujur mengenai informasi yang mereka ketahui," ujar Haris.

Haris menegaskan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Dia menyatakan pihaknya sejauh ini masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan terkait dugaan penerimaan gratifikasi Lili.

"Tidak ada yang ditutup-tutupi. Saat ini Dewas masih dalam tahap pengumpulan informasi, bahan, dan keterangan dari pihak-pihak terkait yang diduga mengetahui dan memiliki informasi tentang dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh ibu LPS," Haris memungkasi.

Diketahui, Lili diduga menerima gratifikasi dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Gratifikasi tersebut yakni tiket nonton MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika kelas Grandstand Premium Zona A-Red serta fasilitas penginapan di Amber Lombok Beach Resort.

Sebagai informasi, Lili bukan kali pertama terjerat kasus pelanggaran etik. Sebelum kasus ini, Lilu sudah dinyatakan bersalah dan melanggar etik sebagai pimpinan KPK karena berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Komunikasi berlangsung pada saat lembaga antirasuah tengah mengusut kasus suap jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang menyeret nama Syahrial.

Dewas memutuskan hukuman pemotongan gaji sebesar 40 persen selama satu tahun terhadap Lili. Meski komunikasi dibantah Lili, namun bukti berkata sebaliknya. Lili pun dianggap menyampaikan berita bohong lantaran bantahannya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Radityo [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel