Dewi Citra selangkah lebih dekat raih emas catur klasik

Hingga menyisakan satu babak, pecatur Indonesia WIM Dewi Citra Ardhiani Anastasia (2211) memimpin klasemen nomor catur standar putri SEA Games Vietnam setelah mencatat kemenangan atas pecatur Filipina WIM Fronda Jan Jodilyn (2141) pada babak kedelapan, di Quang Ninh Exhibition Center, Vietnam, Sabtu petang.

Dengan kemenangan itu, Dewi Citra berada sendirian di puncak klasemen dengan poin 6,5. Ia dibuntuti seniornya GM Irine Kharisma Sukandar (2392) dan pecatur tuan rumah Vietnam WGM Hoang Thi Bao Tram (2272) yang bertarung remis sehingga masing-masing hanya menambah 0,5 poin menjadi 6,0.

Dewi Citra dipastikan meraih medali emas jika pada pertandingan terakhir bisa menaklukkan pecatur Filipina WGM Frayna Janelle Mae (2221). Bahkan jika pada babak kesembilan tersebut, Dewi bermain remis, Ia masih berhak dengan medali emas dengan catatan Irine dan Hoang Thi Bao Tram juga memperoleh hasil remis atau kalah.

Dekatnya Dewi ke gelar juara tak lepas dari penampilan apik WIM Dewi Citra pada hari keempat, Sabtu, dengan menyapu bersih babak ketujuh dan kedelapan dengan kemenangan.

Pada babak ketujuh yang berlangsung Sabtu pagi, dia mengalahkan wakil Singapura WGM Gong Qianyun. Kemudian sore harinya, WIM Dewi Citra kembali tampil apik dengan melibas pecatur Filipina Fronda Jan Jodilyn.

Menghadapi WIM Fronda Jan Jodilyn yang secara rating masih di bawahnya, Dewi Citra yang memegang buah putih tampil penuh percaya diri. Dewi yang bermain sabar akhirnya memaksa lawannya menyerah di langkah ke-41 dalam laga yang memainkan pertahanan Horwitz tersebut.

Kemenangan tersebut membuat WIM Dewi Citra kokoh di puncak klasemen catur klasik dengan raihan 6,5 poin.

Dia berada di atas sang kompatriot IM Irene Kharisma Sukandar dan wakil tuan rumah WGM Hoang Thi Bao Tram yang berada di urutan kedua dan ketiga dengan sama-sama mengantongi 6,0 poin.

Pada bavak ke-8, Irene dan Hoang yang memulai pertandingan dengan pembukaan Reti bermain habis-habisan hingga 80 langkah sebelum sepakat remis.

Baca juga: Ervan masih memimpin, Irine ke puncak catur klasik SEA Games 2021


Pada babak terakhir, Irene akan menghadapi lawan yang di atas kertas masih di bawah, yakni pecatur Malaysia WIM Azhar Puteri Munajjah Az-Zahraa 2059. Hoang juga akan menghadapi pecatur Malaysia atas nama WFM Tan Li Ting (2087).

IM Irene dan WGM Hoang Thi Bao Tram juga memiliki potensi untuk menyabet emas. Dengan catatan mereka wajib menang pada babak kesembilan dan pada sisi lain WIM Dewi Citra menelan kekalahan atau remis.

Jika poin pecatur urutan teratas sama, penentuan pemenang catur klasik SEA Games Vietnam akan dihitung melalui tie break.

Baca juga: Percasi berharap bisa meraih lebih dari dua emas pada SEA Games Hanoi
Baca juga: IM Irene unggulan pertama nomor catur klasik putri SEA Games Vietnam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel