Dewi Lestari Soroti Maraknya Kisah Cinta Cewek Manja dan Cowok Jutek di Novel serta Layar Lebar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi sekaligus penulis novel Dewi Lestari mengakui, kisah cinta yang diangkat dalam buku maupun skenario belakangan tidak jauh dari tema cewek manja atau biang drama versus cowok dingin alias jutek. Alurnya, dari benci jadi jatuh hati.

Diulang-ulang hingga kusut, mantan personel Rida Sita Dewi mengingatkan pentingnya eksplorasi tema ketika menulis. Ini disampaikannya dalam konferensi pers virtual Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021 yang digelar Sabtu (4/9/2021).

Dewi yang akrab dipanggil Dee Lestari ini mengulas, penulis terpengaruh apa yang dibacanya. Tema benci jadi cinta merebak karena banyak cerita seperti itu hingga menjadi sebuah “siklus.” Penulis menyerap apa yang populer dan sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Benci Jadi Cinta

Dewi Lestari menjadi salah satu juri di Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021. (Foto: Instagram @deelestari)
Dewi Lestari menjadi salah satu juri di Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021. (Foto: Instagram @deelestari)

“Benci menjadi cinta, seseorang yang inferior, itu banyak sekali di sekitar kita. Kebanyakan penulis pemula menceritakan apa yang dekat dengan hidup kita. Jarang yang mengkhayal jauh, biasanya mengambil dari kehidupan sehari-hari,” kata Dee Lestari.

Ia yakin Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021 akan menemukan penulis baru beride segar sehingga regenerasi bergerak efektif. Kompetisi yang digelar dari 4 September sampai 4 Desember 2021 ini melombakan tiga kategori: novel, webtoon, dan desain sampul.

Satu Dua Tiga Halaman

Dewi Lestari bersama suami. (Foto: Instagram @deelestari)
Dewi Lestari bersama suami. (Foto: Instagram @deelestari)

Hadiah total 500 juta rupiah diberikan bagi para pemenang. Mengusung tema “Pasti Bisa Berkarya,” naskah juara 1, 2, dan 3 dalam kompetisi ini akan difilmkan. Dee Lestari berbagi tips kepada yang ingin ikut kompetisi ini. Sistem dalam perlombaan lebih kejam.

“Artinya, dalam satu dua tiga halaman, penulis harus memperlihatkan sinar terbaiknya dari pemilihan kata hingga permainan diksi. Kita enggak punya waktu untuk pola: Oh nanti, bagian menarik ada di halaman 20,” pelantun “Malaikat Juga Tahu” mengingatkan.

Jangan Bertele-tele

Dewi Lestari. (Foto: Instagram @deelestari)
Dewi Lestari. (Foto: Instagram @deelestari)

“Jadi buat para peserta di luar sana mohon perhatikan betul bagaimana kamu memulai cerita. Buat semenarik mungkin. Tidak harus konflik besar tapi sesuatu yang memancing orang untuk ingin tahu. Jangan bertele-tele,” Dee Lestari membeberkan.

Buat cerita menarik dari awal sampai akhir sambil menjaga tensi ketegangan. Yang tak kalah penting, meriset agar paparan cerita logis, meyakinkan, dan memiliki penokohan kuat. Riset penting untuk memverifikasi fakta dan data yang disajikan ke pembaca.

Proses Discovery

Dewi Lestari menghadiri konferensi pers virtual Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021 yang digelar Sabtu (4/9/2021). (Foto: Wayan Diananto)
Dewi Lestari menghadiri konferensi pers virtual Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021 yang digelar Sabtu (4/9/2021). (Foto: Wayan Diananto)

Penulis novel Perahu Kertas dan Filosofi Kopi mencontohkan, bikin riset tiga bulan sebelum menulis cerita selama sembilan bulan. Itu hanya awalan karena selama menulis, ia tetap meriset sambil memverifikasi data-data yang didapat.

“Menulis cerita itu proses discovery, kita menemukan cerita saat bercerita. Banyak riset yang dilakukan sepanjang proses menulis tapi selalu ada riset awal untuk menentukan kanvas dasar cerita,” Dee Lestari mengakhiri.

Terkait Kompetisi 500 Juta Kwikku 2021, CEO Kwikku, Hamdi Musaad, menerangkan, “Keterbatasan ruang gerak akibat pandemi tidak menyurutkan semangat berkarya. Kwikku membuka pintu bagi para kreator dan siap menjadi wadah untuk karya terbaik mereka.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel