Dewi Perssik Rindukan Sosok Mendiang Ayah dalam Suasana Bulan Ramadan

Liputan6.com, Jakarta - Dewi Perssik bersama dengan buah hatinya, Felice Gabriel, saling berbagi tentang pengalamannya di bulan Ramadan. Dewi Perssik dan putranya itu saling bertukar tentang hal-hal yang dirindukan di bulan suci Ramadan.

Banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh Dewi Perssik dan putranya di bulan Ramadan ini, berkaitan dengan wabah Corona Covid-19 yang belum juga tuntas di Indonesia. 

Salah satunya adalah ketika putra Dewi Perssik merindukan momennya bersama keluarga dalam menghabiskan waktu untuk ngabuburit di luar rumah.

"Yang dikangenin kadang ngabuburit bareng keluarga, buka puasa bersama, sama sahur, dan tarawih sama keluarga," kata anak Dewi Perssik saat dihubungi pada Jumat (24/4/2020).

 

Pengertian

Dewi Perssik. (Foto: Instagram @dewiperssikreal)

Mendengar jawaban putranya itu, Dewi Perssik langsung memberikan pengertian.

"Namun karena covid ini kita enggak bisa sembarangan keluar rumah. Harus stay di rumah. Jadi kalau ngabuburit cukup mamah yang masak. Jadi mas Gabriel mau apa, mamah coba bikin makanannya," kata Dewi Perssik mencoba memberi pengertian.

 

Sosok Ayah

Dewi Perssik dan ayahnya (Sumber: Instagram/dewiperssikreal)

Namun bagi Dewi Perssik, ada hal lain yang juga ia rindukan dari suasana Ramadan. Hal itu tak lain adalah kehadiran sosok ayah. Seperti diketahui, Dewi Perssik belum lama ini ditinggal mendiang ayahandanya meninggal dunia.

"Seperti saya, sudah kehilangan papa. Kalau tahun kemarin ada papi, sekarang udah nggak ada ya mungkin itu yang lebih dikangenin, tapi sekarang lebih banyak doakan beliau. Jadi alangkah lebih baik mengobati dengan mendoakan," kata Dewi Perssik.

 

Mengajarkan

Sementara itu, Dewi Perssik sendiri memang telah membiasakan putranya untuk berpuasa sejak dini. Hal itu ditanamkan sejak kecil sehingga ketika beranjak remaja seperti sekarang ini, sang putra sudah terbiasa berpuasa.

"Aku ajarkan dia puasa sejak dini. Aku ajarkan puasa sejak dia bayi sampai 4 atau 5 tahun, menahan diri dari haus, lapar, kata-kata, sikap, dan perbuatan tidak baik. Awalnya bertahap, dari puasa sampai dzuhur. Setelah bertahan sampai dzuhur sampai lah belajar puasa maghrib," kata Dewi Perssik.