Dharma Pertiwi TNI kunjungi Aceh perkuat sosialisasi keluarga stunting

Organisasi Dharma Pertiwi TNI melakukan kunjungan ke Provinsi Aceh untuk memperkuat sosialisasi stunting (kekerdilan pada anak) kepada keluarga berisiko melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kami lakukan beragam kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting, seperti sosialisasi pemanfaatan lahan untuk tanaman yang mendukung gizi seimbang, bantuan bibit tanaman,” kata Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Andika Perkasa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam kunjungan itu, rombongan Dharma Pertiwi TNI didampingi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk melakukan berbagai kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting.

Baca juga: BKKBN-Dharma Pertiwi TNI tinjau keluarga stunting di Jawa Barat

Beberapa kegiatan yang dilakukan, di antaranya sosialisasi pemanfaatan lahan untuk tanaman yang mendukung gizi seimbang, pemberian bantuan bibit tanaman serta layanan KB gratis yang mencakup metode operasi wanita (MOW), metode operasi pria (MOP), IUD dan implan (susuk).

Dharma Pertiwi TNI juga melakukan demo memasak di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sembari memberikan bantuan berupa makanan tambahan yang bernutrisi, seperti beras dan telur kepada keluarga berisiko stunting.

Demo memasak yang dilakukan di Taman Bustanus Salatin Banda Aceh itu menyediakan menu yang disiapkan oleh para kader Rumah Gizi Gampong (RGG) pemberdayaan masyarakat di tingkat kampung, dalam upaya pencegahan stunting.

Menu yang disosialisasikan juga merupakan menu yang menggunakan bahan-bahan pangan terjangkau yang kaya gizi pada anak, seperti sayur daun kelor dengan jagung manis, perkedel tempe dan nugget ikan tuna. Selain itu, juga dilakukan penimbangan berat badan dan tinggi anak.

Baca juga: Ketum Dharma Pertiwi dampingi prajurit wanita TNI yang tumor otak

Baca juga: Dharma Pertiwi Peduli TNI terima 20.000 masker dari YBI

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo optimistis Aceh dapat menurunkan angka prevalensi yang menyentuh 33,2 persen, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan tanah yang subur.

Dengan bantuan TNI dan keterlibatan semua pihak terkait, percepatan penurunan stunting bisa lebih digalakkan sampai di tingkat Babinsa. Ia berharap angka stunting di Aceh akan turun dan sosialisasi 4T atau empat terlalu bisa diterapkan oleh ibu-ibu di Provinsi Aceh.

“Jangan hamil terlalu muda, jangan hamil terlalu tua, jangan hamil terlalu banyak dan jangan hamil terlalu sering,” ucap Hasto.