Dharma Polimetal Tangkap Peluang Produksi Komponen Kendaraan Listrik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Polimetal Tbk, perusahaan manufaktur komponen otomotif milik grup Triputra siap tangkap peluang produksi komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik atau electric vehicle di Indonesia.

Hal ini menyambut era transformasi dari internal combustion engine menuju EV di Indonesia, Dharma Polimetal mulai produksi komponen-komponen yang dipakai dalam kendaraan listrik.

Hal itu antara lain komponen badan dan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel, battery pack, sensor-sensor, battery management system, hingga wiring harness.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menuturkan, saat ini pemerintah terus mendorong pelaku industri otomotif untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif dan membuat roadmap untuk EV.

Melihat hal tersebut Perseroan mempersiapkan diri melalui teknologi dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi komponen untuk kendaraan listrik.

Ia mengatakan, baterai EV memiliki berat yang sangat besar sekitar 30 persen dari total berat kendaraan. Sehingga, berat kendaraan perlu dibuat lebih ringan untuk kompensasi berat baterai.

"Salah satu cara untuk meringankan berat kendaraan adalah dengan menggunakan material high-tensile steel,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Ia menambahkan, saat ini, dengan mengandalkan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi, perseroan mulai memproduksi komponen badan kendaraan yang menggunakan high-tensile steel yang memiliki kekuatan hingga 980 MPA dan ke depan dapat mencapai 1.190 MPA.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Prospek Pertumbuhan

Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan manufaktur Triputra Group menargetkan penjualan hingga 38.81 % atau senilai Rp 3,08 triliun pada 2021. (Liputan6.com/HO/Dharma)
Pekerja memeriksa produk dan kualitas komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal (Dharma Group), kawasan Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan manufaktur Triputra Group menargetkan penjualan hingga 38.81 % atau senilai Rp 3,08 triliun pada 2021. (Liputan6.com/HO/Dharma)

Selain itu, anak perusahaan DRMA juga memproduksi komponen lainnya untuk EV. Misalnya, Dharma Electrindo Manufacturing dan Dharma Kyungshin Indonesia mulai mengembangkan dan memproduksi wiring harness yang dapat dialiri arus listrik yang tinggi untuk EV.

Irianto menuturkan, komponen yang dibuat oleh Perseroan saat ini merupakan komponen yang sangat diperlukan. Hal ini karena tidak hanya untuk mesin berbasis internal combustion engine yang diperkirakan masih sangat besar prospek pertumbuhannya selain tren terbaru ke arah kendaraan listrik.

"Tentunya, momentum tersebut menjadi peluang bagi Perseroan untuk melanjutkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang sambil melanjutkan proses untuk menjadi perusahaan publik,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel