Di Atas Laut, Pos Perbatasan di Natuna akan Tumbuh Jadi Ekonomi Baru

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan yang berada di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pembangunan pos batas negara ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah yang dikenal dengan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan kawasan perbatasan merupakan instruksi Presiden Jokowi dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sebagai beranda terdepan Indonesia.

Pengembangan PLBN disebut tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai bangsa besar, namun menurut Menteri Basuki adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Basuki dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa 22 Juni 2021.

Adapun konstruksi PLBN Terpadu Serasan ini mulai dikerjakan sejak 5 November 2020 dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022. Saat ini progres pembangunan fisiknya mencapai 31,02 persen. Untuk meningkatkan kualitas layanan, juga dibangun berbagai fasilitas di antaranya gudang barang, gudang transit, serta mess dan wisma pegawai.

Kemudian ada juga kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, rumah dinas, pos jaga power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya.

Sementara, total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan adalah sebesar Rp133,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun jamak 2020-2022.

Sekadar diketahui, PLBN Terpadu Serasan merupakan pos lintas batas negara yang berada di atas laut sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan laut. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan perlu perhatian khusus namun tetap memperhatikan regulasi bangunan gedung negara dan bangunan gedung hijau sehingga memudahkan dalam operasional dan pemeliharaannya.

Dari data yang ada, jumlah pelintas PLBN ini sekitar 30 orang per minggu. Namun keberadaan PLBN Terpadu Serasan memiliki nilai strategis karena sebagai beranda terdepan Indonesia. Dan pos batas ini berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara serta Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur.

Ke depan, pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu Serasan tidak hanya bangunan pos lintas batas saja, namun juga kantor Syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. PLBN ini berjarak sekitar 536,61 kilometer dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.

Pemerintah menyebut, pengembangan PLBN merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Untuk itu pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel