Di Atas Mimbar Khatib, Menko Muhadjir Doakan KRI Nanggala 402

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hingga kini, kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu 21 April 2021 di perairan utara Bali, masih belum ditemukan. Semua pihak memanjatkan doa, seperti yang dilakukan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Doa itu dipanjatkan saat Muhadjir menjadi khatib di Masjid Nurussalam, Kantor PMK Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat 23 April 2021 kemarin. Muhadjir mengajak jamaah mendoakan keselamatan 53 kru kapal

“Marilah kita mendoakan kapal selam KRI Nanggala beserta 53 kru prajurit TNI, agar diberikan keselamatan oleh Tuhan,” kata Muhadjir dalam keterangannya, Sabtu 24 April 2021.

Baca juga: BPPT Prediksi KRI Nanggala 402 Kebawa Arus ke Perairan Dalam

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu juga mendoakan, bagi siapa pun masyarakat yang sedang terkena musibah agar diberi ketabahan. Dari atas mimbar khutbah masjid, Muhadjir khusyuk melantunkan doa, yang diamini oleh seluruh jemaah.

Dalam khotbahnya, Muhadjir Effendy mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan. Terlebih di bulan Ramadhan yang merupakan 'bulan pembakaran', yakni pembakaran atas dosa-dosa umat manusia. Caranya dengan memperbanyak ibadah dan menghindari perbuatan yang mengurangi nilai puasa.

Selain menjadi khatib, Muhadjir juga didapuk menjadi imam. Dalam rakaat kedua, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu membaca Surat Al Insyirah (Kelapangan), yang di antaranya bermakna dalam kesulitan ada kemudahan. Serta apabila kita sudah selesai suatu urusan, segera memulai mengerjakan urusan lain dengan sungguh-sungguh dan hanya kepada Tuhan kita berharap.