Di Balik Ganasnya Polri Berantas Judi Online di Banyak Daerah

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin gencar memberantas perjudian online di banyak daerah. Tidak pandang bulu, arena perjudian mulai dari kelas teri hingga kakap yang beromzet miliaran rupiah per hari, disikat habis. Berbagai barang bukti berhasil diamankan.

Dalam aksinya untuk mengelabuhi polisi, tidak sedikit para pelaku beroperasi di dalam permukiman, kamar hotel hingga ruko dalam kawasan elite.

Seperti yang terjadi di Jakarta Utara, kasus judi online melibatkan 78 tersangka sukses dibongkar polisi, Jumat (12/8). Para pelaku berkamuflase, menjadikan ruko di Exclusive Blok E nomor 39 A Bukit Golf Mediterania Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara sebagai sarang.

"Pengungkapan kasus judi online yang diamankan ada 78 orang, karena diduga telah melakukan dugaan tindak pidana perjudian melalui media elektronik dan atau TPPU," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis.

Di Sumatera Utara (Sumut), polisi berhasil membongkar praktik judi online di kawasan perumahan elite Cemara Asri, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Senin (8/8). Tidak main-main, omzet bisnis haram itu mencapai Rp1 miliar per hari dari total 12 website judi online.

"Hasil penyelidikan bahwa dari komputer di tempat kejadian dapat menghasilkan omzet per harinya itu Rp30 juta dari satu website. Diperkirakan mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar omzet per hari dari seluruh website yang beroperasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (10/8).

Dalam menjalankan operasionalnya, lokasi praktik judi online itu mengamuflase sebagai tempat kuliner. Praktik judi online berkedok restoran itu menggunakan tujuh ruko dalam menjalankan bisnisnya.

"Modusnya warung kuliner, tampak seperti di luar restoran tetapi di bagian dalam lantai satu, dua, dan tiga itu tempat beroperasinya perjudian online," ungkapnya.

Berdasarkan penyelidikan praktik judi itu menggunakan layanan hos web dari luar negeri. Sedikitnya ada 13 domain yang ditemukan berada di luar negeri. Adapun jenis permainan yang ditawarkan oleh situs-situs itu mulai dari judi bola, kasino, togel, dan lainnya.

"Ini modus yang dilakukan para pemain," jelas Hadi.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan lokasi praktik judi online itu dikendalikan oleh seorang pria berinisial AP. Namun, hingga sekarang belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.

"Belum ada tersangka ini. Kami tertibkan semuanya tanpa terkecuali," katanya.

Dalam perkembangannya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak telah memblokir 107 rekening bank milik bos judi di perumahan elite Cemara Asri. Diketahui bos judi berinisial AP itu masih diburu polisi.

"Kami sudah menyita dan memblokir sebanyak kurang lebih 107 rekening yang digunakan terkait pengungkapan (judi) di Cemara," kata Panca, Selasa (16/8).

Sementara di Bali, polisi tercatat sudah dua kali menggerebek sarang judi online sepanjang bulan Agustus ini. Lokasi pertama di hotel di Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali, Sabtu (13/8) malam. Namun dalam penggerebekan itu polisi belum berhasil menangkap para pelaku.

"Setelah dilakukan pengecekan, ditemukannya beberapa komputer dan handphone yang diduga itu perjudian online. Namun kita masih menunggu pemeriksaan apakah ini benar (tempat judi online) ataukah ada kegiatan lainnya," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas yang memimpin penggerebekan tersebut.

Tempat judi online itu cukup tersembunyi yang berada di salah satu ruangan di lantai lima. Untuk bisa sampai ke ruangan itu, polisi harus melewati lorong hotel yang cukup sempit.

Saat tiba di lokasi, tidak menemukan satu pun pelaku dan tidak ada lagi aktivitas dan hanya ditemukan beragam alat yang diduga untuk judi online. Alat-alat itu di antaranya monitor, router, handphone, kartu SIM dan lain sebagainya.

Lokasi kedua, polisi menggerebek sarang judi online di sebuah penginapan atau homestay bernama Pondok Indah, Jalan Campuhan 1A, Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

"Kita berhasil mengamankan sembilan orang dan mereka masih dalam pemeriksaan dan sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Bambang, Jumat (19/8).

Penggerebekan tersebut dilakukan pada Rabu (17/8) malam lalu. Namun sayangnya kepolisian belum membeberkan identitas para tersangka yang ditangkap dalam judi online tersebut.

Para tersangka ini dalam melakukan aksinya menyewa empat kamar, dua di antaranya difungsikan sebagai ruang operator judi online, dan dua kamar lainnya dipakai oleh para tersangka untuk aktivitas sehari-hari.

Sementara dua kamar yang digunakan untuk judi online ada di lantai dua yang berdampingan. Dalam kamar tersebut, ditemukan lima unit laptop, delapan CPU, 16 monitor PC, 12 handphone dan 2 unit router Wi-Fi dan juga kamar tersebut kedap suara karena di temboknya ditempeli spons.

"Kita akan melakukan pemeriksaan kepada laptop dan CPU, kita akan bawa ke Labfor dan kita cocokkan keterangan dari tersangka sebagai apa dan di mana," ungkapnya.

Di Jawa Tengah (Jateng), 11 kasus judi termasuk online yang tersebar di sembilan kabupaten kota berhasil terungkap. Puluhan pelaku ditangkap.

"Total 28 penjudi kami lakukan penangkapan. Mereka terbukti melakukan praktik judi online, togel, dadu, hingga menggunakan kartu seperti ceki dan remi," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Jumat (19/8).

Dia menyebut jumlah pelaku yang ditangkap bervariasi dari satu hingga lima orang dari masing-masing Polres. Sedangkan dari 28 penjudi yang ditangkap, paling banyak pelaku yang tertangkap berasal dari Banjarnegara. "Banjarnegara paling banyak 10 pelaku dari dua kasus yang diungkap," ungkapnya.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, polisi meringkus tujuh orang di dua tempat berbeda yang terlibat dalam bisnis judi togel online dari dua sindikat berbeda.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa tujuh orang yang tangkap diketahui merupakan bagian dari sindikat perjudian di Kabupaten Garut. Mereka seluruh ditangkap pada Kamis (18/9) di wilayah Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

"Salah satu yang kami tangkap adalah DS yang profesinya pedagang sayur yang diketahui merupakan bandar. Dia ini mengoperasikan salah satu aplikasi judi online dengan nama togelgingdong176.com. saat ditangkap, kami amankan satu orang pemasang," kata Wirdhanto, Jumat (19/9).

Di lokasi lainnya di desa yang sama, polisi kemudian menangkap lima pelaku yang terdiri dari satu bandar, satu perekap dan tiga pemasang. "Untuk bandarnya berinisial SW (40), dia mengoperasikan aplikasi judi online bernama naga303," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa jenis judi online yang dijalankan oleh DS dan SW adalah aplikasi togel jenis Sydney, Macau dan Hongkong. Pelaku DS sudah menjalankan bisnis haramnya selama satu bulan, sedangkan SW lebih dari satu tahun.

Dalam prosesnya, setiap pemasang menitipkan uang tunai Rp1.000 kepada bandar untuk dipasangkan di aplikasi judi, kemudian dimonitor melalui aplikasi. Bila menang, dari Rp1.000 itu pemasang akan mendapatkan keuntungan Rp70 ribu.

"Itu berlaku kelipatan, jadi kalau pasang Rp3.000 jadi Rp210.000. Para bandar ini mendapat keuntungan 29 persen dari penggunaan aplikasi. Bila ditotal, keuntungan yang sudah diperoleh bandar ini sudah ratusan juta, kemudian dibagikan kepada karyawannya, salah satunya SI yang bertugas merekap. SI ini dibayar Rp50 ribu setiap harinya," jelasnya.

Perintah Kapolri

Aksi polisi dalam memberantas judi online merupakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia memerintahkan jajarannya untuk tegas menindak segala bentuk kejahatan pelanggaran tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Tindak pidana itu mulai dari peredaran gelap narkoba hingga perjudian.

Jenderal bintang empat itu menyebutkan telah lama mengeluarkan perintah memberantas perjudian. Seperti judi darat, judi online dan pelbagai macam bentuk pelanggaran tindak pidana.

"Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal minning, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat," kata Sigit dalam kegiatan video conference kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran seluruh Indonesia, Kamis (18/8).

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menegaskan tak akan menolerasi bila ada pejabat Polri yang terlibat dalam tindak pidana tersebut. Sigit mengancam mencopot Kapolres, Kapolda hingga pejabat Mabes Polri terlibat membekingi praktik perjudian.

"Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu direktur, apakah itu Kapolda saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga," kata Sigit menekankan.

Sigit meminta kepada seluruh jajaran untuk memiliki komitmen yang sejalan dan selaras terkait dengan pemberantasan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Hal itu dilakukan guna menjaga marwah dari institusi Polri.

"Sekali lagi saya tanya kepada rekan-rekan, yang tidak sanggup angkat tangan. Kalau tidak ada berarti kalian semua, rekan-rekan semua, masih cinta institusi dan saya minta kembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, kepada institusi, sesegera mungkin," kata Sigit. [cob]