Di Balik Gerak Cepat Gibran Dapat Dana Hibah Ratusan Miliar dari UEA

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka telah memulai kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Minggu 25 Desember. Selama 5 hari di Negeri Timur Tengah, Gibran mengaku telah mendapatkan alokasi anggaran untuk sejumlah proyek di Kota Solo

Kepergian Gibran ke UEA, merupakan kunjungan balasan sekaligus undangan dari keluarga Presiden UEA Mohmmed Bin Zayed Al-Nahyan. Saat peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed medio November lalu, Presiden UEA sempat mampir untuk jamuan makan siang di kediaman pribadi Presiden Jokowi, di Kelurahan Sumber Solo.

Ikut dalam jamuan makan tersebut putra dan menantu Jokowi, baik Gibran, Bobby Nasution maupun Kaesang Pangarep. Presiden UEA pun juga ikut mengajak sejumlah anggota keluarganya.

Usai jamuan makan, Presiden UEA dan keluarga kembali ke negaranya. Saat itu Gibran mendapatkan kesempatan mengantar Mohmmed Bin Zayed ke Bandara Internasional Adi Soemarmo. Beruntung Gibran bisa satu mobil dengan Zayed.

Kesempatan itu dimanfaatkan Gibran untuk berbicara banyak dengan Zayed. Waktu tempuh dari Sumber ke bandara yang hanya 15 menit ia manfaatkan untuk melakukan lobi lobi. Dengan mudah Presiden UEA menyetujui sejumlah bantuan untuk Kota Solo.

"Makanya saya tadi waktu mengantar beliau kan satu mobil. Banyak membicarakan masalah kesehatan dan pendidikan. Dua itu tadi pesennya dari beliau," ujar Gibran saat itu.

Gibran mengatakan, pertemuan dengan Zayed merupakan pertemuan bersifat keluarga.

Apalagi kedua keluarga sudah cukup lama saling kenal. Demikian juga dengan para Menteri yang sudah saling mengenal.
"Intinya kita terima kasih banget sudah dibuatkan masjid yang luar biasa megah. Nanti dibantu untuk dua tadi (kesehatan dan pendidikan)," tandasnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, Gibran mengaku banyak hal yang dibicarakan terkait Kota Solo saat 15 menit perjalanan ke bandara.

"Yang di Solo ini sudah saya bicarakan waktu kembali ke airport. Ada waktu 15 menit untuk ngobrol berdua, sangat produktif," katanya.

Kunjungan Gibran ke UEA juga sebagai balasan kunjungan putra Presiden UEA, Khaled bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Khaled diketahui hadir dalam tasyakuran ngunduh mantu Kaesang Pangarep - Erina Gudono, 11 Desember lalu, di Pura Mangkunegaran.

Gibran Cepat bisa dapat kucuran dana hibah

Gibran bisa dengan mudah mendapatkan sejumlah bantuan, tanpa harus melakukan presentasi. Pemerintah UEA bahkan dikabarkan siap mengucurkan dana hibah ratusan miliar.

"Mohon doanya juga bapak- ibu, saya dapat kabar baik. Besok Minggu saya mau terbang ke Abu Dhabi. Ternyata langsung tanda tangan saja, nggak usah presentasi lagi," ujar Gibran, Sabtu (24/12).

Dikatakannya, setelah Masjid Raya Sheikh Zayed dan Islamic Center Pemerintah UEA juga berencana membantu mengatasi permasalahan kawasan kumuh di kota Solo. Khususnya di rumah-rumah tak layak huni.

"Kami akan selesaikan dalam dua tahun ke depan. Jadi Insya Allah nanti kawasan kumuh bisa 0 persen," katanya.

Tak hanya kawasan kumuh, Gibran menyebut, pemerintah UEA juga akan mendanai pembangunan jalan-jalan kampung yang belum layak dan belum diaspal. Masalah stunting juga menjadi perhatian untuk segera di atasi.

Murni Hibah, Tak Ada Barter

tak ada barter rev1
tak ada barter rev1.jpeg

Gibran mengakui, sejumlah bantuan tersebut merupakan hasil pembicaraan dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bi Zayed Al-Nahyan saat kunjungan ke kediaman pribadi Presiden Jokowi, usai peresmian masjid Gilingan.

Perbincangan 15 menit dilakukan saat Gibran mengantar MBZ ke Bandara Adi Soemarmo. Gibran menegaskan, sejumlah bantuan tersebut merupakan bentuk persahabatan kedua negara, terutama antara Presiden UEA dengan Presiden Jokowi dan keluarga. Selain itua juga tidak ada barter apapun dan merupakan kebaikan hati Presiden UEA.

"Ini murni kebaikan dari beliau. Buktinya beliau membangunkan masjid, membangun Islamic Center," terangnya.

Diizinkan Mendagri dan didampingi istri

Setelah menunggu beberapa hari, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya mengeluarkan izin cuti kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Gibran pun akhirnya terbang ke UEA dengan ditemani istrinya, Selvi Ananda.

Gibrab mengklaim, kepergiannya ke UEA, untuk melakukan beberapa kegiatan. Selain mencari anggaran atau dana segar untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang mangkrak ia juga akan melakukan presentasi untuk menggaet investor.

"Izinnya dari tanggal 25 Desember sampai 31 Desember. Sama istri," terangnya.

Gibran mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mereview kembali proposal yang akan dipresentasi ke UEA. Dia juga telah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa untuk mendelegasikan tugas-tugas pemerintahan.

"Insya Allah proposalnya gol. Tadi pak sekda sudah saya minta untuk mereview lagi proposalnya. Tugas pelayanan fisik kita delegasikan ke pak Teguh," katanya.

Dalam kunjungan ke UEA tersebut, Gibran juga mempresentasikan mengenai pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor Manahan, pembangunan Islamic Center hingga mendatangi sejumlah kampus untuk berkonsultasi mengenai pengelolaan Masjid Raya Sheikh Zayed.

Proyek pembangunan GOR Indoor Manahan memang mangkrak selama beberapa waktu. Sementara untuk pembangunan Islamic Center yang awalnya direncanakan bersamaan dengan Masjid Raya Sheikh Zayed, belum kunjung dimulai.

Gibran optimis kepergiannya ke UEA ini akan memberikan manfaat bagi Kota Solo. Proyek-proyek yang mangkrak tersebut diyakini bisa terselesaikan dengan kepergiannya ke UEA.

"Ya mengko lak ngerti-ngerti wis dadi. Aku ra mungkin lungo adoh-adoh nek enggak enek manfaat e (Ya nanti tahu-tahu jadi. Saya nggak mungkin pergi jauh-jauh kalau enggak ada manfaatnya)," tandasnya.

Membawa hasil

Kunjungan Gibran ke UEA sejak hari Minggu (25/12) lalu mulai membuahkan hasil. Melalui pesan WhatsApp, suami Selvi Ananda itu menyampaikan sejumlah perkembangan hasil kunjungannya.

Gibran mengaku telah diterima anggota Dewan Eksekutif Abu Dhabi dan Ketua Kantor Eksekutif Abu Dhabi, Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Kamis (29/12).

Pertemuan tersebut juga diunggah di akun Instagram resmi Emirates News Agency (WAM) @wamnewsen.

Selain memuji kunjungan Gibran, Khalid juga membahas pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk lebih memperkuat hubungan antara kedua negara yang bersahabat dan rakyatnya.

Gibran juga mengabarkan telah mendapatkan hibah untuk melanjutkan sejumlah proyek di Solo. Hibah tersebut dialokasikan untuk sejumlah proyek. Di antaranya pembangunan Pasar Tunggulsari beserta pasar daruratnya, bantuan sosial, peningkatan kualitas jalan dan lingkungannýa, RTLH, serta penataan kawasan Baluwarti.

Kemudian untuk melanjutkan pembangunan Gor Manahan, bantuan nutrisi stunting, fasilitas IT untuk Dinas Pendidikan, penataan kawasan Ngemplak hingga Tirtonadi.

"Itu belum semua," ujarnya.

Selain itu, Gibran juga menceritakan kunjungannya ke MBZ University.

"MBZ University ini nanti yang akan membantu untuk manage masjid dan islamic centre," katanya.

Menurut Gibran, universitas tersebut memiliki jurusan bachelor of tolerance and coexistance. Sehingga menurutnya, sangat cocok diterapkan di Kota Solo.

"Di UAE sendiri ada ministry of tolerance," katanya. [rhm]