Di Balik Setiap Masalah, Selalu Ada Pertolongan agar Kita Tetap Tegar

Fimela.com, Jakarta Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.

***

Oleh: Anna Marie Happy Handayani - Wonosobo

Saya bukan orang yang religius, bahkan termasuk malas beribadah. Namun, ada suatu pengalaman hidup yang membuat saya percaya bahwa kuasa-Nya selalu menyertai saya.

Saya lahir dari ayah dan ibu yang sudah tua. Karena saya anak pertama dan sangat diharap-harapkan oleh orangtua, kedua orangtua cenderung over prtektif. Mereka melarang saya naik gunung, bepergian sendiri, dan banyak aturan yang mereka berikan kepada saya.

Saat kelas 6 SD saya pernah berpikir bahwa orangtua selalu menghalangi saya, tetapi Tuhan tidak. Hubungan saya dengan orangtua agak jauh, tetapi setiap masalah selalu saya ke hadirat Yang Maha Kuasa.

Berbagai pengalaman hidup yang pahit membuat saya menjauh dari-Nya. Saya pernah berpikir bahwa Yang Maha Kuasa tidak ada. Saya menjauh dari-Nya, tidak pernah beribadah. Orangtua maupun saudara-saudara selalu mengingatkan saya untk beribadah, tapi saya tidak mau. Saat itu saya merasakan banyak sekali cobaan mulai dari kehilangan pekerjaan, kehilangan teman, cinta yang tak terbalas, dan konflik dengan ayah.

Perlahan kehidupan saya mulai membaik. Saya sudah punya pekerjaan, saya kembali punya teman, dan saya bisa mewujudkan mimpi jalan-jalan ke luar negeri, dan saya pun punya pacar.

Namun, saya merasa bahwa Tuhan memberikan kekasih yang salah buat saya. Dia lelaki yang pencemburu, posesif, dan tidak mau bergaul dengan teman-teman saya, tetapi ingin saya bergaul dengan teman-temannya. Dia menjauhkan saya dari teman-teman karena menurutnya teman-teman saya memberi pengaruh buruk untuk hidup saya. Kami sering bertengkar karena masalah ini.

Saya pernah katakan kepada-Nya bahwa saya tidak mau dengan pacar saya. Saya ingin yang sesuai tipe saya. Bukannya dijauhkan, hubungan kami justru mendapat restu dari keluarga kami.

 

Selalu Ada Jalan Keluar

ilustrasi./Photo by Conner Ching on Unsplash

Suatu ketika karena sudah tidak tahan dengan sikap pacar, saya pun memutuskan hubungan. Saat itu saya hanya bisa berdoa memohon bimbingan-Nya. Dalam masa-masa itu saya seolah mendengar suara bahwa saya tetap harus baik kepada mantan saya dan juga baik keluarganya. Padahal, mantan saya sesekali bersikap cuek, walupun kadang-kadang dia juga baik kepada saya.

Suatu ketika, saya bertengkar hebat dengan mantan. Ibu saya yang mengetahui hal itu meminta saya untuk tidak lagi mengejar-ngejar mantan. Saat itulah saya protes kepada Tuhan, kalau Tuhan meminta saya untuk baik kepada mantan, mengapa Tuhan tidak membuka hati mantan?

Selama sebulan, saya dan mantan tidak berkomunikasi. Hingga suatu hari, saya mendengar suara yang menyuruh saya untuk menyapa mantan. Saya SMS mantan, kemudian saya olahraga pagi tanpa membawa HP.

Pulang olahraga, saya membuka HP dan ternyata mantan membalas pesan dan mengatakan bahwa dia ingin kembali seperti dulu. Saat itulah saya percaya, bahwa jika Tuhan menginginkan kita melakukan kehendak-Nya, dia sudah menyiapkan sesuatu yang indah untuk kita.

Kembali menjalin hubungan bukan berarti tanpa pertengkaran. saya selalu berpikir bagaimana cara menghadapi dan mengatasi msalah ini. Tetapi Tuhan selalu mengingatkan saya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Tuhan juga mengingatkan saya bahwa suatu saat kekasih saya ini akan menjadi orang yang lebih baik.

Kini kami sudah bertunangan, walaupun pertengkaran tetap menjadi bumbu dalam hubungan kami. Setiap kali bertengkar, saya bawa ke hadirat-Nya. Kembali Dia mengingatkan bahkan memberi cara bagaimana mengatasi kekurangan dan mengatasi setiap permasalahan yang muncul.

Selain itu, hubungan saya dengan ibu pun membaik. Ibu sudah tidak over protective seperti dulu. Sedangkan ayah sudah meninggal empat tahun silam. Saya juga punya teman-teman yang baik, dan punya pekerjaan yang sesuai passion.

Bagi saya, Tuhan adalah pahlawan terbesar dalam hidup. Dia juga menghadirkan pahlawan-pahlawan lain dalam hidup seperti orangtua, saudara, calon suami, dan teman-teman yang selalu menyayangi dan menegur ketika saya berbuat salah.

Terima kasih Tuhan untuk penyertaan-Mu dalam hidupku.

#GrowFearless with FIMELA