Di Balik Sukses Bersama Spurs, Mourinho Masih Sakit Hati dengan MU

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, tampaknya masih belum melupakan sakit hati dipecat oleh Manchester United. Dia sampai menyebut manajemen Setan Merah tak memberi waktu yang cukup untuk menyelesaikan proyek besarnya.

Seperti diketahui, Mourinho datang ke Old Trafford pada 2016 silam guna menggantikan Louis van Gaal. Namun, kariernya berakhir cepat pada akhir 2018 setelah performa Setan Merah merosot tajam.

Dia sempat menganggur cukup lama sebelum menerima pinangan Tottenham pada November 2019, menggantikan Mauricio Pochettino. Namun, bisa dibilang Mourinho tak salah pilih.

Pasalnya, kini prestasi The Lilywhites meningkat drastis. Dia membawa Harry Kane cs bertengger di puncak klasemen Premier League.

Diakui manajer asal Portugal, seharusnya prestasi yang sama bisa dirasakan bersama Setan Merah. Sayangnya, manajemen MU tak sabar menunggu proyek besar yang sudah disusun oleh Mourinho.

"Dalam periode tertentu dalam karier saya, bersama profil klub yang saya tangani, kami tak membutuhkan banyak waktu untuk meraih sukses. Kami bisa melakukannya bersama Porto, Real Madrid, Chelsea dua kali, dan tanpa waktu panjang dan juga keinginan saya untuk mencoba hal yang berbeda dan keinginan gila saya untuk pergi ke banyak negara, dan mencoba untuk memenangkannya, dan mencoba untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda di banyak negara yang berbeda, itu sempurna karena hanya soal menang dan mari kita coba hal lain," kata Mourinho dikutip Goal.

"Klub pertama di mana saya merasa butuh waktu dan tak diberikan hanyalah di MU. Karena saya merasa saya meninggalkan klub itu di tengah-tengah proses. Tapi, saya belajar sejak dini untuk menghormati keputusan, seperti yang saya lakukan di MU," jelasnya.