Di Belanda, Mahfud MD Tegaskan Indonesia Negara Plural namun Tetap Syar'i

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan ceramah di Masjid Al Ikhlas, Amsterdam, Belanda. Kehadiran Mahfud di Belanda untuk menghadiri pertemuan dan dialog Menko Polhukam dengan masyarakat Indonesia di Amsterdam di pusat kebudayaan Indonesia (Indonesisch Cultureel Centrum).

Di masjid yang dikelola oleh Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Eropa (PPME) Amsterdam, Mahfud menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara plural, dan sah secara syar'i.

"Indonesia adalah produk ijtihad para ulama sesudah berjuang, dan sudah sah secara syar'i," ujar Mahfud, Minggu (12/6).

Mahfud, dalam ceramahnya juga menuturkan, negara Republik Indonesia memang bukan negara agama, namun berdasarkan Ketuhanan yang maha Esa, di mana semua agama dan semua pemeluk agama dilindungi untuk beribadah.

Secara fiqih negara, imbuhnya, Indonesia adalah negara yang pluralis, karena masyarakat diciptakan tuhan berbeda-beda.

"Karena itu masyarakat Indonesia yang di Belanda dan diasporanya, harus mempunyai rasa cinta dan tanggung jawab kepada Indonesia, dan juga menjaga negara Indonesia dengan segala ideologinya," kata Mahfud.

Mahfud mengutip Imam Al Ghazali, yang mengatakan beragama dan bernegara itu adalah saudara kembar, tidak akan terlaksana keduanya atau salah satu, jika salah satunya tidak benar.

Ia menjelaskan, bahkan Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa NKRI adalah darul mitsaq atau negara hasil kesepakatan, sedangkan Muhammadiyah mengatakan NKRI adalah darul ahdi wa al syahadah, negara hasil perjanjian dan tempat mengisi dengan pembangunan berdasarkan perbedaan-perbedaan.

"Negara Indonesia menurut fiqih Islam sudah memenuhi kaidah negara yaitu, menjaga dan melindungi beragama, menjaga keselamatan jiwa warganya, menjaga hak atas harta, menjaga kemurnian akal, dan menjaga kesucian keturunan," jelasnya.

Jadi menurutnya, negara berdasarkan Pancasila itu sudah sah secara syar'i, sudah sama dengan piagam Madinah zaman Nabi Muhammad.

"Secara fiqih bernegara, Indonesia negara yang pluralis, karena diciptakan Allah berbeda-beda, dan kalau kita bersatu, insya Allah Indonesia makmur," kata Mahfud.

Minggu pagi, Mahfud MD meninggalkan Amsterdam menuju Jenewa, Swiss. Di sana, dia akan menyampaikan pernyataan pemerintah terkait kemajuan HAM di Indonesia pada Sidang Dewan HAM PBB, dan bertemu dengan Ketua Komisi Tinggi HAM PBB. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel