Di-Bully Gigi Maju Hingga Dilempar Batu Ketika Masih Kecil, Pria Ini Buktikan Kesuksesannya Menjadi Dosen di Usia 22 Tahun

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kasus Bully masih saja terjadi, terutama di lingkungan sekolah. Kekurangan fisik, penampilan, hingga tingkat ekomoni menjadi beberapa faktor membuat seseorang dibully.

Biasanya korban yang dibully akan merasa tertekan berujung pada malu, depresi, hingga yang terparah melakukan bunuh diri. Namun, ada juga akibat dibully menjadi motivasi bagi seseorang untuk membuktikan diri dapat sukses menjalani kehidupan.

Membuktikan diri menjadi sosok yang lebih baik pun dilakukan seorang pria bernama Alano. Melalui akun TikTok @alano_1010, ia menceritakan kejadian yang dialami selama duduk di bangku sekolah.

Bermula dari ketidakpercayaan dirinya yang pada saat itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1.

"Kelas 1 SD dilempar pakai batu karena bodoh gak bisa membaca," tulisnya dalam video, seperti dikutip Liputan6.com pada Senin (30/8/2021).

Pria kelahiran 1998 ini, sampai pindah sekolah karena perundungan terus menerus yang ia terima di SD tersebut. Ia bertahan selama 5 tahun di SD yang baru, namun ia kembali menerima perundungan ketika menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan lebih menyakitkan dari serangan fisik.

"Ketika SMP adalah bully an yang paling menyakitkan. Salah satunya adalah karena gigi maju," lanjut pemilik akun TikTok @alano_1010.

Pembuktian diri

Kisah pria yang kecilnya dibully kini jadi dosen muda di usia 22 tahun. (TikTok/alano_1010)
Kisah pria yang kecilnya dibully kini jadi dosen muda di usia 22 tahun. (TikTok/alano_1010)

Tak mau larut dalam penderitaan, ia pun memotivasi dirinya. Pada saat duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA), ia belajar giat agar bisa lulus SNMPTN dan dapat beasiswa.

Meski pernah di tolak cewek saat SMA, Alano tak berkecil hati. Motivasinya belajar giat pun membuahkan hasil.

Meski impiannya terwujud, ketika kuliah ia sempat merasa salah mengambil jurusan hingga mengakibatkan Indeks Prestasinya (IP) hanya 2,27. Namun ini tidak membuatnya kecil hati, ia justru berusaha agar bisa lanjut S2 dengan beasiswa lagi.

Terbukti, ia lulus S1 dalam kurun 3 tahun 5 bulan, sementara S2 dalam waktu 1 tahun 5 bulan. Jadi apabila ditotal, ia hanya menempuh 4,8 tahun masa kuliah hingga S2. Dan itu dicapai dengan beasiswa penuh. Kini, ia berhasil menjadi dosen di usia 22 tahun.

Alano menyadari jika saat masih kecil ia masih tidak percaya diri, apalagi dengan perundungan yang diterimanya. Sekarang ia telah menjadi dosen muda yang penuh percaya diri. Pria ini berharap, kisah yang dibagikannya dalam media sosial dapat menjadi motivasi bagi orang lain.

"Tetap semangat dan percaya diri ya. Jangan down jika dibully. Jadikan cambukkan untuk menjadi lebih baik lagi," tulisnya di akhir video.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel