Di Depan Jenderal Dudung, 2 TNI Ceritakan Detik-Detik Lawan 9 Begal

Merdeka.com - Merdeka.com - Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela menceritakan detik-detik menjadi korban percobaan begal kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/5). Namun aksi komplotan begal itu berhasil digagalkan setelah dua anggota Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yoharnaud) 10/ABC Kodam Jaya itu melawan.

"Coba ceritakan bagaimana kejadian bisa menghalau begal," tanya Jenderal Dudung kepada Prada Ardian dalam keterangannya dikutip, Kamis (12/5).

Prada Ardian lantas menceritakan kronologi percobaan pembegalan dialaminya. Ardian mengaku saat itu sedang keluar bersama Prada Junior untuk belanja keperluan masak di Pasar Kebayoran.

"Izin, awal kami berbelanja keperluan kami untuk memasak. Kami keluar dari kesatriaan pada pukul 04.45 Wib. Kita menuju pasar Kebayoran Baru menggunakan roda dua. Sesampainya di Pasar Kebayoran Baru, kita membeli yang kita butuhkan," jawab Prada Ardian.

Keduanya lantas bergegas pulang setelah keperluan dicari didapatkan. Namun di tengah perjalanan pulang, keduanya dibuntuti sembilan orang diduga pembegal tersebut. Lalu, saat itu lah Prajurit lulusan 2018 dan 2021 tersebut diadang.

"Kita sudah merasa curiga kepada mereka, tapi dengan tetap posisi tenang. Setelah itu kami mendahului lagi, pada saat di Jalan Buni Raya kami mulai diadang. Kami didahului, terus dipinggirkan sama begal, tetapi di ujung jalan sudah ada yang menunggu 2 motor pembegal tersebut. Dan satu motor untuk mengadang kami," ujar Ardian.

Ardian mengaku sempat berhenti setelah mendapat pengadangan tersebut. Salah satu dari sembilan orang itu mengaku bahwa mereka begal dan meminta barang milik Prada Ardian dan Junior.

Meski begitu, Prada Ardian bersama Prada Junior mengaku tidak menyerah begitu saja. Keduanya melawan lantaran komplotan tersebut tak membawa senjata tajam.

"Izin, kita tidak menyerah, kita ada perlawanan. Sempat pembegal tersebut melempar kami dengan batako-batako besar. Sempat kami menghindar setelah itu kami melawan. Izin, sebelumnya yang membawa motor Prada Junior dan saya di belakang," kata dia.

"Saya turun dari motor mengejar yang menggiring kami ke pinggir. Sempat saya sendiri memegang jaket pembegal tersebut, tetapi dia keburu tancap gas kabur," imbuh Ardian.

Keduanya lantas tak menyerah. Mereka langsung mengejar komplotan tersebut agar tak ada korban lain.

"Sempat mereka kabur berpencar arah, untuk motor pertama mengarah ke Pasar Taman Puring. Motor kedua ke arah gandaria tembus Taman Puring. Motor satu kami kejar dapat di arah berlawanan Gandaria. Sesampainya di lawan arah kita sempat tendang tendangan di atas motor, sampai di tikungan arah jalan raya menuju ke kebayoran lama mereka mulai kehilangan keseimbangan," ujar dia.

"Saya turun, saya pegang yang belakang untuk mengurangi kecepatan pengendara. Seterusnya, Prada Junior menendang bagian depan untuk melumpuhkan pembegal tersebut. Izin, yang belakang mulai ada perlawanan, pegangan saya terlepas lalu berhasil kabur. Yang satunya berdiri dan berusaha mengikuti yang kabur," sambung dia.

Kemudian, kata Ardian, kelompok yang kabur tersebut melewatinya, dengan sigap Prada Ardian langsung menendangnya dan tersungkur. Ketika itu, para pembegal sempat melawan, tapi prajurit ini juga melakukan perlawanan.

"Saya pegang, saya belum berusaha membalas diri dan tak mengaku begal. Kami bawa ke Polsek Kebayoran Lama, diterima oleh piket Polsek. Dari Polsek Kebayoran Lama olah TKP dan TKP tersebut memasuki wilayah Polsek Kebayoran Baru, sehingga dari Polsek Kebayoran Lama diserahkan ke Polsek Kebayoran Baru," tutupnya.

Mendapat cerita tersebut, Jenderal Dudung kemudian memberikan penghargaan kepada dua prajuritnya tersebut.

"Terima kasih ya," kata Dudung.

Motif Pelaku

Sebanyak sembilan terduga pelaku percobaan pembegalan dua anggota TNI di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diamankan polisi. Mereka di antaranya, MRH (20), R (19), RM (24), MB (17), TP (21), MAH (15), AM (19), FR (17), dan MRM (19).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, kejadian itu berawal saat para pelaku berkumpul dengan pesta miras di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/5) pukul 05.00 WIB.

"Para pelaku bersama teman-temannya sebelumnya kumpul di daerah Bulungan, Jakarta Selatan dengan konsumsi miras," kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (10/5).

Zulpan menyebut, para terduga pelaku melakukan aksinya itu akibat terpangaruh dengan miras. Sehingga, mereka berani dan nekat melakukan aksi percobaan pembegalan.

"Jadi ada pengaruh miras di sini, usai itu pelaku keliling pakai motor melewati lokasi melihat korban yang sedang pakai motor Mio Soul warna merah. Lalu mereka hampiri, modus minta rokok lalu ada satu pelaku lain lemparkan batu konblok, tapi tak mengenai korban," sebutnya.

Korban yang merupakan anggota TNI melakukan perlawanan terhadap para terduga pelaku. Mereka kabur, namun satu di antaranya berhasil ditangkap.

"Kemudian dalam upaya kabur, dilakukan pengejaran oleh korban yang merupakan anggota TNI tersebut dan berhasil mengejar 1 motor dari 4 motor yang lari tersebut lalu terjatuh," ujarnya.

"1 berhasil diamankan M Rizky itu yang pertama, diserahkan ke Polsek Kebayoran Baru. Lalu kedua TNI tersebut buat LP, atas LP itu berkas ini ditarik penanganannya ke Polres Jakarta Selatan," sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit memimpin operasi penangkapan. Para pelaku begal dibekuk kurang dari 24 jam.

Ridwan mengatakan motif para pelaku melakukan aksinya itu ternyata ingin menguasai motor milik korban. Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 53 KUHP juncto Pasal 365 KUHP, dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

"Motifnya pelaku mau kuasai sepeda motor milik korban," tutupnya.

Sebelumnya, dua prajurit Batalyon Arhanud 10/ABC Kodam Jaya menjadi korban percobaan pembegalan. Mereka saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Ada empat sepeda motor yang dikendarai pelaku begal mencoba menghentikan korban.

Namun, mendapat perlawanan sehingga korban mengejar para pelaku. Bahkan, salah satu sepeda motor yang dikendarai pelaku sempat ditendang hingga terjatuh. Pelaku atas nama Muhammad Rizky berhasil diamankan pada saat kejadian.

Polisi telah memeriksa satu orang pelaku begal. Kepada penyidik, mengaku menggunakan empat unit sepeda motor. Satu unit sepeda motor diduga diisi dua orang. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel