Di Depan Pengusaha APEC, Jokowi Janji Potong Pungli Perizinan

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi menyatakan dengan tegas komitmen pemerintah Indonesia terkait reformasi struktural di bidang perizinan. Jokowi menyatakan itu di depan pengusaha dan pemimpin perusahaan top dari kawasan Asia-Pasifik dalam acara APEC CEO Dialogues 2020.

Jokowi menyatakan sistem yang tengah dibangun oleh pemerintah Indonesia memotong rantai birokrasi perizinan berbelit.

"Pungutan liar dan korupsi dipotong dengan cara mengintegrasikan seluruh proses perizinan ke dalam sistem perizinan elektronik melalui sistem OSS, Online Single Submission," kata Jokowi, Kamis 19 November 2020.

Baca juga: Upah Minimum Kota Bekasi Tahun 2021 Naik Jadi Rp4,7 Juta

Menurut Kepala Negara, hal lain setelah kemudahan perizinan itu kelar, sudah pasti investor akan tertarik ke Tanah Air. Hadirnya Omnibus Law Undang - Undang Cipta Kerja disebut memudahkan hal itu semua.

"Pengurusan paten, merek, juga dipercepat. Pengadaan tanah dan lahan bagi kepentingan umum dan investasi jauh lebih mudah," ujarnya.

Selain itu untuk kemudahan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Perdagangan Bebas, dan Pelabuhan Bebas bakal semakin menarik karena adanya berbagai fasilitas serta insentif.

"Pelayanan perizinan berusaha di kawasan-kawasan tersebut akan dilakukan dalam hitungan jam," kata dia.

Jokowi juga berbicara rencana Indonesia untuk membentuk lembaga sovereign wealth fund. Badan khusus tersebut mengelola dana investasi dari berbagai jenis instrumen, termasuk dari pihak ketiga.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Bisnis Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC Business Advisory Council (ABAC), Anindya N. Bakrie, mengatakan keberadaan poros ekonomi di kawasan Asia Pasifik merupakan sesuatu yang relevan dan harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di sekitarnya.

Dia menjelaskan, hal itu salah satunya adalah karena jumlah total produk domestik bruto (PDB) di kawasan Asia Pasifik, telah berkontribusi sekitar 57 persen dari total PDB dunia.

"Jadi memang visi dari dua puluh tahun lebih yang lalu di Bogor (Bogor Goals, 1994) itu sudah tepat, bahwa memang Asia-Pasifik bisa menjadi mayoritas dari PDB dunia," kata Anindya dalam telekonferensi 'APEC CEO Dialogues 2020', Kamis 19 November 2020. (ren)