Di Era Kapolri Idham Azis, Polisi Baru Lulus Dilarang Nganggur

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVAKapolri Jenderal Idham Azis menggelar apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) 2020 di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri pada Rabu, 25 November 2020. Kegiatan apel diikuti oleh 34 kepolisian daerah (Polda) dan 493 kepala kepolisian resor (Kapolres).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Kapolri Jenderal Idham menekankan bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi anggota polisi yang menjadi Analis Kebijakan (Anjak) atau menganggur setelah lulus sekolah. Menurut dia, semua sudah ditempatkan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

"Jadi sampai saat ini bahwa di kepolisian tidak ada jabatan Anjak, semuanya sudah mendapatkan jabatan sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing yang lulusan sekolah," kata Argo di Mabes Polri pada Rabu, 25 November 2020.

Oleh karena itu, Argo mengatakan bagi anggota yang lulus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) dari kepolisian dipastikan tidak akan menjadi Analis Kebijakan (Anjak).

"Setelah lulus tidak ada Anjak, langsung ditempatkan. Sudah dirumuskan oleh Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, dan mudah-mudahan sampai ke depan sudah tidak ada anjak lagi. Pembinaan personel di kepolisian ada reward and punishment (penghargaan dan hukuman)," ujarnya.

Di samping itu, Argo mengatakan, Kapolri menekankan dalam apel Kasatwil bahwa seluruh kegiatan Polri difokuskan pada kemanusian atau kegiatan bakti sosial dan sinergi TNI-Polri adalah mengkristal di dalam hati masing-masing anggota TNI-Polri. (ren)