Di Forum B20, Jeff Bezos Cerita Pantau Perubahan Iklim dari Luar Angkasa

Merdeka.com - Merdeka.com - Executive Chairman Amazon Jeff Bezos mengisahkan hal menarik sekaligus ironis kepada delegasi bisnis di forum B20 dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20. Dia melihat dampak krisis iklim terhadap bumi saat mengangkasa dengan Blue Origin beberapa waktu lalu.

Jeff Bezos mengungkapkan pengalamannya saat pergi ke luar angkasa dengan Blue Origin beberapa waktu lalu. Dia melihat secara langsung dampak dari perubahan iklim yang mengikis atmosfer bumi.

"Permukaan planet kita terbuat dari lapisan yang sangat tipis dan rapuh. Saya teringat tahun lalu ketika saya pergi ke luar angkasa dengan Blue Origin. Saya diberitahu bahwa melihat Bumi dari luar angkasa mengubah lensa di mana Anda melihat dunia, tetapi saya tidak siap untuk seberapa banyak itu akan benar," kata dia dalam sambutannya di forum puncak B20 Summit Indonesia, Senin (14/11).

Dari pandangannya, atmosfer bumi terlihat tipis. Dia mengaku, pemandangan itu membuat bumi terlihat sangat indah, termasuk vegetasi, tanah, hingga kondisi laut yang mengesankan bumi sangat layak dihuni.

"Tapi mereka sedang terdegradasi dan pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dunia sedang memanaskan lautan, meningkatnya badai, mengintensifkan lautan kita menjadi asam dan stok ikan kita menurun. Tanah terkikis dan gurun merambah," bebernya.

Guna mengatasi hal ini, dia mengerahkan Bezos Earth Fund yang telah memantau 50 transisi utama bersama berbagai pihak terkait. Tujuannya untuk mengatasi krisis iklim, alam dan pembangunan ekonomi dunia.

"Ini termasuk secara bertahap menghentikan mesin pembakaran internal, dekarbonisasi baja dan semen, meningkatkan hasil panen pangan, mengurangi kehilangan pangan, dan memberdayakan masyarakat adat untuk mengelola hutan tropis," paparnya.

Selain itu, Jeff Bezos membocorkan niatannya untuk mengalokasikan sebanyak USD 10 Miliar untuk mengatasi krisis iklim. Ini merupakan dana hibah yang akan disalurkan melalui lembaga filantropi miliknya.

"Untuk setiap faktor ini, kami mencoba mengidentifikasi seberapa dekat mereka dengan titik kritis positif, dan hambatan apa yang dapat kami bantu hilangkan untuk melewati titik kritis ini. Ini membantu kami memutuskan bagaimana mengalokasikan USD 10 miliar dalam bentuk hibah yang akan dihasilkan oleh Bezos Earth Fund dalam dekade ini," ungkapnya.

"Dan kami menyambut orang lain untuk bergabung dengan kami dalam pendekatan ini," tambah dia.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]