Di HUT ke-20 Demokrat, AHY Bandingkan Utang Negara Era SBY dan Jokowi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membandingkan kondisi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan era kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini. Menurutnya, SBY selama 10 tahun memimpin telah berhasil mengikis utang Indonesia.

Namun kondisi utang negara saat ini, dianggap AHY, telah berbanding terbalik lantaran sudah melampaui 40 persen dari rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sudah mencapai sekitar Rp 6.570 triliun.

"Menurunkan rasio utang luar negeri terhadap PDB secara signifikan. Kita tahu berapa rasio utang kita hari ini terhadap PDB," kata AHY saat sambutan di acara Peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021).

Pada 2004 atau awal era Presiden SBY, rasio utang negara terhadap PDB tercatat sebesar 57 persen. Kemudian pada akhir masa jabatanya di tahun 2014, angka utang berhasil turun hingga angka 24,74 persen. Di masa SBY, ekonomi berhasil tumbuh dengan baik.

"Ekonomi kita tumbuh tinggi dengan rata-rata sekitar 6% selama kurang lebih 10 tahun tadi, dan meski dunia menghadapi krisis ekonomi global pada tahun 2008, kita juga tidak sangat terpuruk," ujar AHY.

"Bahkan di antara negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi kita tertinggi kedua di dunia setelah Tiongkok memberikan jalan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Atas hal itu, AHY mengklaim bahwa kemajuan ekonomi pada periode SBY juga telah memberikan kontribusi pembangunan infrastruktur yang pesat bagi Indonesia.

"Jadi tentu pembangunan infrastruktur bukan hanya hari ini, tetapi 10 tahun di bawah pemerintahan Pak SBY dulu, pembangunan infrastruktur dalam kerangka road map atau blueprint MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia) juga dilakukan di berbagai wilayah tanah air," bebernya.

Selain itu, dia juga menyinggung bahwa pembangunan di era SBY bisa berjalan dengan baik tanpa mengorbankan sektor kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Untuk kita ingat kembali dan alhamdulillah pendapatan masyarakat kita ketika itu juga terus meningkat secara signifikan. Serta sebaliknya angka kemiskinan ketimpangan juga pengangguran dapat ditekan dan diturunkan," ujarnya.

Singgung Kebebasan Berekspresi di Era SBY

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang yudhoyono (SBY) usai memukul gong pada Rapimnas Partai Demokrat  di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).  (Liputan6.com/Angga yuniar)
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang yudhoyono (SBY) usai memukul gong pada Rapimnas Partai Demokrat di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). (Liputan6.com/Angga yuniar)

Selain persoalan ekonomi, AHY juga menilai kebebasan serta kerukunan berbangsa dan bernegara pada era SBY berhasil dijaga dengan baik dan memperhatikan kebebasan bereskpresi.

"Dalam aspek yang lain kita tahu kehidupan demokrasi serta kedamaian kebinekaan dan kerukunan antar anak bangsa dapat terjaga dengan baik. Termasuk kebebasan pers dan civil society," jelasnya.

"Sedangkan dalam aspek yang lain hubungan internasional Indonesia sangat aktif berkontribusi. Sebagai warga dunia bertanggung jawab ketika itu termasuk dalam isu-isu geopolitik upaya-upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan," lanjutnya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel