Di Kalbar, Mentan: Manfaatkan Pelabuhan Kijing pacu ekspor pertanian

·Bacaan 1 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya menjadi bagian pemasok ketahanan pangan daerah, namun juga tingkat nasional.

"Saatnya ke depan Kalbar menjadi bukan hanya pemasok ketahanan pangan daerah, namun juga nasional," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen padi Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan di Desa Kecurit, Kecamatan Toho di Kabupaten Mempawah, Minggu.

Pada kesempatan itu Mentan menjelaskan kontribusi sektor pertanian memiliki andil yang cukup besar dalam ekonomi nasional. Di tengah pandemi COVID-19 kontribusinya tetap tinggi dan tumbuh dengan angka 16,4 persen. Kemudian Nilai Tukar Petani (NTP), lanjutnya, saat ini terus naik.

"Jadi sudah tepat untuk memajukan daerah atau negara ini dengan sektor pertanian. Ibarat burung merpati tidak pernah ingkar janji," kata Mentan Syahrul.

Baca juga: Sutarmidji: Kalbar harus swasembada beras tahun depan

Ia menambahkan daerah ini sangat telah mendapat karunia oleh Sang Pencipta dengan melimpahnya air, sinar matahari yang tidak terbatas, dan luasnya negara ini.

"Jadi kurang apa lagi. Jadi pertanian sudah pilihan tepat. Tinggal dan butuh gerakan serempak dan bersama mulai dari desa hingga kementerian untuk memajukan pertanian," ujar Mentan Syahrul.

Ia juga mendorong Kalbar memanfaatkan hadirnya Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tersebut dengan melakukan ekspor komoditas pertanian.

"Kemudian soal permodalan juga mendorong petani memanfaatkan KUR. Untuk KUR pemerintah siapkan dan alsintan dibantu," kata Mentan Syahrul yang dalam kegiatan itu didamping antara lain oleh didampingi Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar II Yessy Melania dan Dapil Kalbar I Maria Lestari, serta Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Baca juga: Pelabuhan Internasional Kijing siap operasional akhir 2020

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel