Di Kampung Nelayan, Muhadjir Temukan Banyak Warga Tak Dapat Bansos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, melakukan inspeksi mendadak atau sidak, di perkampungan nelayan RW 01 Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin 2 Agustus 2021.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, menelusuri pemukiman padat tersebut. Melewati jalan-jalan sempit, Muhadjir menemui langsung sejumlah warga miskin dan renta.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir mengkonfirmasi apakah mereka sudah mendapatkan bantuan sosial atau bansos, yang disalurkan pemerintah untuk membantu warga terdampak pandemi COVID-19. Namun banyak diantaranya mengaku belum menerima. Baik bansos terkait PPKM maupun bansos reguler.

Dalam keterangan pers Kemenko PMK, Muhadjir kemudian melakukan pendataan dengan meminta nomor NIK. Secara umum, warga ini memiliki data kependudukan. Dengan data ini, nantinya akan diberikan ke Kementerian Sosial utuk diusulkan masuk mendapatkan bantuan. Juga diusulkan masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sehingga bisa mendapat bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan atau PKH.

"Jadi di daerah sini masih banyak sekali warga yang seharusnya mendapatkan bansos terutama di masa COVID-19, mereka sangat layak menerima bantuan. Tadi juga ada karyawan yang dirumahkan yang belum terjangkau dengan bantuan sosial," ujar Muhadjir dalam kunjungannya itu.

Dengan temuan banyaknya warga yang layak dapat bansos tetapi tidak terdata, ia meminta pemerintah daerah mengurusnya. Terutama Kelurahan Pluit dan Kemensos, agar mereka masuk dalam data terutama DTKS sehingga mendapatkan bantuan reguler dari pemerintah.

Terhadap temuan warga yang tidak terdata ini, ia meminta pihak kelurahan agar lebih detail dalam melakukan pendataan warga. Agar yang berhak mendapatkan bantuan, bisa memperolehnya.

"Saya berharap dengan kunjungan ini bisa dijadikan dasar. Terutama kepada Kemensos dan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan data secara lebih detail di lapangan, untuk memastikan bahwa mereka yang harus dibantu itu diprioritaskan mendapatkan bantuan," jelasnya.

Muhadjir juga mengelilingi perkampungan dan pemukiman warga tersebut. Menurutnya, kawasan hunian masyarakat tersebut tidak layak dijadikan tempat tinggal. Untuk itu, ia akan mengusulkan ke Kementerian PUPR untuk mencari solusi agar warga mendapat hunian yang layak.

"Kemungkinan ada perbaikan rumah hunian mereka yang memang di bawah standar. Nanti juga akan saya bicarakan dengan Menteri PUPR untuk penanganannya," katanya.

Muhadjir juga memberikan paket bantuan sembako sebanyak 90 paket hasil dari kepedulian dan gotong royong pegawai Kemenko PMK. Selain itu, dia juga membagikan masker kepada warga dan sekaligus mengingatkan untuk terus menggunakan masker.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel