Di Kawasan Asia Tenggara: Ha! Indonesia Peringkat Pertama Impor Minyak

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia diperkirakan akan menjadi negara net importir minyak terbesar di kawasan Asia Tenggara, seiring dengan menurunnya produksi minyak.

"Menurunnya produksi minyak kita, jelas sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional. Sebab, sumber minyak kita berasal dan tergantung dari luar negeri. Padahal, kita tahu potensi minyak diperut bumi kita masih sangat besar," ungkap Pengamat perminyakan, Kurtubi kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (12/7).

Untuk impor minyak, Indonesia saat ini menduduki peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara. Urutan kedua Filiphina, ketiga Thailand dan keempat Vietnam dan Kelima Singapura.

Kurtubi menjelaskan, menurunnya produksi minyak bukan karena pengelolaan yang salah, akan tetapi investasi dibidang migas yang terus melorot. Melorotnya investasi tersebut dikarenakan UU Migas No 22 Tahun 2001.

"Dengan meningkatnya impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) mau tidak mau pada akhirnya subsidi akan dicabut dan pada akhirnya harga BBM akan dinaikan karena harus menyesuaikan harga minyak internasional," ujar dia.

Indonesia sudah mulai melakukan impor minyak pada tahun 2004, sebagian besar minyak tersebut diimpor dari negara Timur Tengah. Tahun ini impor minyak berkisar 400 ribu barel per hari, sementara BBM 420 barel per hari. Sementara untuk harga minyak impor tersebut saat ini berkisar US$115 per barel. [hid]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...