Di Malang, Warga Diimbau Salat Idul Fitri di Kompleks Masing-masing

Agus Rahmat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang bersama Polresta mengimbau masyarakat, untuk melaksanakan salat Idul Fitri di masjid yang berada di komplek perumahan masing-masing. Imbauan ini di keluarkan demi keamanan dan menjaga dari ancaman terpapar COVID-19.

"Penekanan yang ingin kita sampaikan bahwa nanti pelaksanaan ibadah salat Ied, lalu juga pada saat ibadah di bulan puasa ini. Kita ingin memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, terkait dengan ibadah ada imbauan, untuk bisa beribadah di kompleks masing-masing," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Selasa, 4 Mei 2021.

Leonardus mengatakan, imbauan ini resmi dikeluarkan setelah melakukan koordinasi dengan Pemkot Malang. Alasanya, pada tahun lalu saat salat Idul Fitri tidak terpusat pada satu lokasi terbukti mampu menekan penyebaran COVID-19. Laju penyebaran virus ini dapat ditekan.

Baca juga: Tiba di Jatim, 34 TKI Dinyatakan Positif COVID-19

"Kita mengimbau sama seperti tahun lalu. Karena cukup efektif kita laksanakan jadi tidak menuju ke satu titik tertentu (Masjid Jami"). Jadi kalau memang dia dikompleksnya ada tempat ibadah bisa dilaksanakan di sana untuk ibadahnya (salat Ied)," ujar Leonardus.

Selain imbauan salat di masjid terdekat untuk mengurangi resiko kerumunan pada salat Idul Fitri. Petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polri dan TNI akan secara masif melakukan sosialisasi protokol kesehatan di mal dan sejumlah Pasar. Terutama memasuki 8 hari terakhir jelang lebaran.

Mereka tidak ingin kejadian membludaknya pengunjung seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta dan Mal Pakuwon Surabaya, terjadi di Malang. Sebab, dengan membludaknya pengunjung tanpa ada pembatasan jumlah sangat beresiko terjadi kerumunan.

"Nah itu juga diharapkan bisa mengurangi berkumpulnya massa. Kemudian kumpulan seperti mal dan pasar itu akan menjadi target kami. Kemarin kan ada yang di Tanah Abang dan di Pakuwon itu jangan sampai terjadi di wilayah kita, Kota Malang," tutur Leonardus.

Senada dengan Leonardus. Wali Kota Malang, Sutiaji langsung meminta Satgas COVID-19 setempat dan Satpol PP untuk rutin melakukan pemantauan di mal dan pasar. Pemkot Malang tidak ingin pelonggaran mobilitas menjelang Ramadhan justru membuat lonjakan kasus COVID-19 fluktuatif.

"Ramainya mal dan pasar bukti daya beli masyarakat tidak turun. Tetapi kita harus tetap wasada dan mengimbau jangan sampai terjadi lonjakan kasus yang fluktuatif. Kita juga akan meminta rapid test antigen sebagai langkah upaya mempercepat testing," kata Sutiaji.