Di Malaysia, Layanan Kesehatan Tak Boleh Dikenakan Tarif Mahal

Adinda Permatasari, Nuvola Gloria

VIVA – Malaysia merupakan salah satu negara destinasi yang dikenal reputasinya untuk layanan fasilitas kesehatan berkelas dunia dan negara berpelayanan kesehatan dengan harga terjangkau. Tak hanya itu, aksesnya yang mudah dijangkau bagi beberapa negara juga menjadi pertimbangan.
 
Untuk itu, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), badan pemerintah yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Malaysia fokus untuk memberikan pelayanan dan mempromosikan industri wisata kesehatan di Malaysia. Didirikan pada tahun 2009, MHTC telah menyatukan para pemain industri dan penyedia layanan ke dalam sebuah strategi pengembangan yang berfokus untuk meningkatkan profil pariwisata kesehatan Malaysia di kancah dunia.

Teknologi mutakhir yang digunakan oleh sejumlah fasilitas kesehatan terakreditasi internasional di Penang ini memenuhi berbagai kebutuhan medis, seperti pemeriksaan kesehatan umum, ortopedi, kardiologi, onkologi, In-Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, neurologi, kesehatan gigi, dan perawatan estetika (seperti bedah kosmetik). Fasilitas- fasilitas tersebut menghadirkan serangkaian penawaran layanan kelas dunia yang mudah diakses dan dengan biaya terjangkau. Kenapa?

"Adanya subsidi dan investasi dari pemerintah Malaysia, salah satunya dengan diterbitkannya regulasi soal pengecualian pajak. Contohnya membeli mesin MRI harganya 1 juta RM, karena adanya tax law ini beli barang keperluan medis sampai harga 1 juta RM pun jadinya no tax," kata CEO MHTC, Sherene Azli saat jumpa media Familiarisation Trip di St Wembley Georgetown, Penang, Malaysia, Minggu malam, 13 Oktober 2019.

Pemerintah Malaysia juga sedang berupaya untuk menyamaratakan harga perawatan medis dengan harga terjangkau. Tentunya hal ini memudahkan segala proses dengan harganya rendah.

"Ada juga hukum yang mengatur kalau tidak boleh charge dengan harga mahal. Di negara lain tidak ada peraturan soal ini," ucap Sherene lagi.

Adapun negara-negara yang paling banyak datang ke Malaysia untuk berobat seperti Indonesia, India, Tiongkok, Filipina, Singapura, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Inggris. Malaysia Healthcare telah mengidentifikasi Indonesia, Vietnam, Myanmar, Tiongkok dan India sebagai pasar utama berdasarkan volume wisatawan kesehatan, serta potensi pertumbuhan masing-masing pasar.

"Itulah mengapa mereka rela sampai mau 20 jam ke Malaysia, karena perawatan di tempat mereka sangat mahal (Inggris dan Amerika) walaupun kualitas mereka bertaraf dunia tapi sangat mahal. Di Inggris juga banyak prosesnya, jadi kalau mau operasi butuh waktu menunggu bisa 2 sampai 6 bulan," ujar Sherene.

Sherene melanjutkan, itulah kenapa di Malaysia bisa dapat world class quality tapi dengan harga terjangkau. Akses juga cepat, datang hari ini bisa langsung bertemu dokter dan minggu depan bisa operasi.

Malaysia Healthcare Tourism Council