Di Malaysia, Tiap Hari Satu ABG Melahirkan  

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Angka kehamilan pada remaja di Malaysia berada di tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut dr Mohamad Farouk Abdullah, konsultan senior dan Kepala Obstetri dan Ginekologi di Tengku Ampuan Rahimah Hospital di Kuala Lumpur, sekitar 14 persen dari 12 ribu bayi yang dilahirkan setiap tahunnya di rumah sakit itu berasal dari ibu berusia remaja, dan kebanyakan hasil hubungan di luar nikah.

"Kami pikir jumlah seperti kehamilan remaja hanya di Klang, tapi saya juga mendengar hal serupa di enam rumah sakit spesialis lainnya di Selangor," katanya. Gadis termuda yang pernah melahirkan di rumah sakit yang dipimpinnya berusia 12 tahun.

Departemen Kesehatan mencatat terjadi lonjakan jumlah persalinan oleh remaja pada tahun 2011. Jumlah keseluruhan persalinan oleh gadis di bawah usia 19 tahun adalah 18.652 kelahiran. Bandingkan dengan angka 5.962 kelahiran oleh ibu ABG pada semester kedua tahun 2010.

Bidan Nurul Azira Mahamad Jafar mengatakan, ia menangani setidaknya satu kasus seorang ibu yang tidak menikah melahirkan pada setiap hari kerja tahun ini. "Jumlah tertinggi persalinan yang saya tangani adalah 14 orang. Ini adalah anak-anak kita yang hamil di usia remaja," katanya, yang mengaku biasa menangani ibu muda korban pelecehan seksual di rumah sakit selama enam tahun terakhir.

Sebagian besar remaja yang hamil dirujuk ke rumah sakit oleh klinik. Hal ini karena kehamilan remaja dianggap "kasus berisiko tinggi". Seorang remaja dua kali lebih mungkin untuk meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan daripada wanita berusia di atas 20-an.

Sebagian besar anak perempuan ini awalnya datang ke rumah sakit dengan keluhan ketidaknyamanan, seperti sakit perut dan bercak.

Sebagai bagian dari protokol rumah sakit, para dokter wajib melayani mereka dan memberi tahu keluarganya. Ini juga merupakan bagian dari kebijakan rumah sakit untuk memberikan perawatan antenatal dan pengobatan kepada mereka, terlepas dari status perkawinan mereka.

Nurul Azira mengatakan, gadis remaja yang hamil di bawah 18 maka bayi mereka dilindungi UU Perlindungan Anak Tahun 2001 dan akan dirujuk ke Departemen Kesejahteraan Sosial.

Dalam kebanyakan kasus, gadis-gadis yang hamil berasal dari latar belakang yang kelam. "Mereka juga dari keluarga berantakan dan keluarga berpenghasilan rendah. Beberapa melarikan diri dari rumah," katanya..

Dia mengatakan, banyak orang tua menyatakan malu ketika diberi tahu kondisi putri mereka. "Kami biasanya akan merujuk gadis-gadis dan orang tua mereka untuk menjalani konseling," katanya.

Nurul Azira mengatakan, jika orang tua tidak mampu mengurus ibu yang tidak menikah dan bayinya, mereka bisa menyerahkannya ke Departemen Sosial.

THE STAR | TRIP B

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.