Di MEA, Menko Airlangga sebut Indonesia siap usung proyek "lighthouse"

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa beberapa perusahaan multinasional di Indonesia telah ditunjuk sebagai percontohan untuk tersertifikasi lighthouse sebagai bagian dari Global Lighthouse Network (GLN) World Economic Forum (WEF).

"Indonesia siap mengusung sejumlah lighthouse projects sebagai wujud konkret dalam implementasi revolusi industri 4.0 secara inklusif di ASEAN," kata Airlangga dalam rangkaian Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Kamboja, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Revolusi industri 4.0 dan digital ekonomi menjadi isu penting yang diangkat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Airlangga juga mengatakan bahwa pada tataran bilateral, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama pembayaran digital Quick Response (QR) Code lintas negara.

"Indonesia akan terus memajukan agenda pemulihan dan integrasi ekonomi ASEAN di tengah arus transformasi digital, terutama dalam integrasi sektor keuangan," ujarnya.

Adopsi kode QR semakin berkembang tidak terbatas sebagai metode pembayaran tetapi juga digunakan secara luas, misalnya pelacakan status kesehatan.

Ke depan, ASEAN didorong untuk memanfaatkan fasilitasi teknologi kode QR secara menyeluruh di kawasan.

Berkaitan dengan penyelesaian ASEAN Digital Economic Framework (DEFA), Indonesia siap mendorong penyelesaian studi DEFA dan mulai dinegosiasikan pada tahun 2023. Bahkan apabila memungkinkan, negosiasi tersebut juga dapat diselesaikan tahun 2023.

"Setiap Negara Anggota ASEAN harus melakukan percepatan penyesuaian regulasi untuk dapat menyesuaikan perkembangan digitalisasi ini," ujarnya.

Baca juga: Kemenperin: "Lighthouse" industri 4.0 beraksi di Hannover Messe 2021
Baca juga: PKT raih predikat National Lighthouse Industry 4.0