Di Negara Ini, Anggota DPR Digaji Rendah, Tapi Maju

Syahdan Nurdin, delala
·Bacaan 1 menit

VIVA – Di Indonesia, banyak orang berlomba-lomba menjadi anggota legislatif karena bisa memperoleh kuasa dan juga penghasilan berlimpah. Sayangnya, kinerjanya seringkali malah mengecewakan masyarakat.

Berbeda dengan anggota DPR di Swedia yang jauh dari kehidupan mewah. Di Swedia, anggota parlemen digaji rendah dan bahkan tidak mendapatkan tunjangan. Mereka tidak diberikan mobil dinas, rumah dinas, tunjangan kesehatan, bahkan tunjangan keluarga.

Anggota DPR Swedia juga dilarang memiliki staf pribadi dan hanya tinggal di apartemen sederhana. "Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," kata Per-Arne Hakansson, anggota parlemen Swedia dari Partai Sosial Demokrat.

Bagi mereka, mewakili rakyat sudah menjadi hak istimewa karena dengan begitu mereka bisa menentukan arah kebijakan negara. "Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistimewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," tambah Hakansson.

Anggota DPR hanya diberikan fasilitas berupa gratis naik transportasi umum. Memang ada 3 mobil dinas Volvo S80, namun hanya bisa digunakan oleh ketua dan wakil ketua. Itupun cuma boleh dipakai untuk acara resmi dan tidak boleh digunakan untuk mengantar anggota DPR dari kantor ke rumah.

Untuk gaji, anggota DPR Swedia hanya mendapatkan 66.900 krona Swedia atau sekitar Rp100 jutaan per bulan. Setelah dipotong pajak, gajinya hanya bersisa 49 ribu krona atau sekitar Rp60,2 juta. Penghasilan ini terbilang kecil untuk Swedia, bahkan gaji guru masih lebih besar dua kali lipat. Anggota DPR juga tak bisa protes karena mereka tak punya hak mengusulkan kenaikan gaji.

Lalu, apakah penghasilan anggota DPR yang tak seberapa itu membuat Swedia menjadi negara biasa-biasa saja? Silakan kamu bandingkan sendiri dengan Indonesia dan anggota dewannya yang terhormat.