Di Negaranya Thomas Partey, Indomie Jadi Alat Transaksi Seksual ABG

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Baru-baru ini, gelandang Arsenal, Thomas Partey ini membuat pengakuan yang mengejutkan. Pemain internasional Ghana ini menyukai mie instan paling terkenal di Indonesia, Indomie.

Hal itu dia katakan kepada Adam Carruthers dalam video yang diunggah kanal YouTube Stadium Astro, Minggu 7 Februari 2021. Dalam wawancara itu, Partey tak ragu menyebut Indomie sebagai makanan yang lezat.

"Saya sangat menyukai (Indomie). Saya menyebut makanan itu seperti uang," kata Partey.

Ternyata, ada fakta miris terkait Indomie di negaranya Partey, Ghana. Di negara Afrika Barat tersebut, Indomie menjadi salah satu alat transaksi seksual untuk para remaja atau ABG.

Hal tersebut diungkapkan oleh pakar gender dan ketenagakerjaan Ghana, Bashiratu Kamal. Ghana tengah dilanda kemiskinan akibat pandemi virus corona COVID-19.

Baca juga: Pengakuan Gelandang Arsenal, Doyan Banget Makan Indomie

Para orang tua sampai tega mendorong gadis-gadis muda untuk melakukan hubungan seksual dengan imbalan berupa uang atau barang. Barang-barang yang kerap menjadi imbalan adalah Indomie, pulsa seluler dan uang elektronik.

"Dalam beberapa kasus, ada masalah seks transaksional, dia mana beberapa orang tua mendorong anak mereka untuk ikut serta. Sehingga mereka bisa mendapatkan cukup uang untuk menghidupi diri mereka sendiri," kata Kamal dilansir World of Buzz.

"Orang tua mereka tidak bekerja. Mereka berada di rumah dan mereka perlu bertahan hidup. Jadi, ini yang mereka lakukan untuk mendapatkan uang," tegasnya.

Sebagai info, harga Indomie di Ghana memang tergolong mahal. Menurut situs jual beli di Ghana, ghanaprovisions, satu bungkus Indomie dihargai US$0,75. Itu setara dengan Rp10.499,00.