Di NTT, Jokowi Janji Relokasi dan Bangun Rumah Warga Secepatnya

Hardani Triyoga, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyambangi lokasi bencana banjir bandang tepatnya di Kabupaten Adonara, Flores Timur. Jokowi mengingatkan tim SAR untuk terus mencari korban hilang setelah kejadian bencana Minggu lalu.

Bencana yang berawal dari badai atau siklon tropis Seroja itu telah menelan korban jiwa hingga ratusan orang meninggal dunia.

"Dan untuk khusus di Kabupaten Flores Timur yang meninggal dunia ada 71 orang, dan masih dalam pencarian 5 orang," kata Jokowi di lokasi, Jumat 9 Agustus 2021.

Jokowi juga meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, merelokasi warga dari tempat tinggal asalnya agar lebih aman. Menurutnya, hal ini setelah berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan kepala daerah setempat yang sudah berbicara dengan warga.

"Yang jelas kementerian PU siap untuk membangun rumahnya, secepat-cepatnya," lanjut Kepala Negara.

Kemudian, Jokowi menyampaikan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. "Hati-hati protokol kesehatan semua pakai masker, ya," kata Jokowi.

Terkait itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di NTT bertambah menjadi 138 jiwa. Update data ini per Rabu malam, 7 April 2021.

"Total korban meninggal yang telah ditemukan jasadnya mencapai 138 orang," kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers, Rabu malam.