Di PBB, AS sebut mempertahankan diri sebagai pembenaran untuk membunuh komandan Iran

Perserikatan Bangsa-Bangsa (Reuters) - Amerika Serikat mengatakan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (8/1) bahwa pembunuhan komandan Iran Qassem Soleimani pekan lalu adalah langkah untuk mempertahankan diri.

AS juga menjanjikan akan mengambil tindakan tambahan "yang diperlukan" di Timur Tengah untuk melindungi personel dan aset-aset Amerika Serikat.

Iran pada Rabu membalas kematian Soleimani dengan menembakkan rudal ke beberapa pangkalan militer, yang ditempati pasukan AS di Irak. Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada warga Amerika yang terluka. Pernyataan itu menurunkan kekhawatiran bahwa pembunuhan Soleimani dan serangan balasan Iran itu bisa memperluas konflik di Timur Tengah.

Dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, Duta Besar AS Kelly Craft mengatakan PBB juga "siap berperan tanpa syarat dalam perundingan serius dengan Iran, dengan tujuan agar perdamaian dan keamanan internasional tidak semakin terancam atau untuk mencegah peningkatan aksi oleh rezim Iran."

Pembunuhan Soleimani di Baghdad pada Jumat pekan lalu dibenarkan menurut Pasal 51 Piagam PBB, tulis Craft dalam surat yang dibaca oleh Reuters. Craft menambahkan bahwa "Amerika Serikat siap mengambil langkah tambahan yang diperlukan di kawasan itu untuk terus melindungi personel dan kepentingan AS."

Menurut Pasal 51, negara-negara diwajibkan "segera melaporkan" kepada Dewan Keamanan, yang beranggotakan 15 negara, langkah-langkah yang mereka ambil dalam mempertahankan diri. Amerika Serikat menggunakan Pasal 51 itu sebagai pembenaran tindakan yang dilancarkannya di Suriah terhadap kelompok militan ISIS pada 2014.

Craft mengatakan kematian Soleimani serta serangan udara AS di Irak dan Suriah pada 29 Desember terhadap kelompok milisi dukungan Iran merupakan "tanggapan terhadap peningkatan rentetan serangan bersenjata dalam beberapa bulan belakangan ini oleh Republik Islam Iran dan milisi-milisi dukungan Iran terhadap pasukan dan kepentingan AS di Timur Tengah."

Ia mengatakan tujuan langkah itu adalah untuk mencegah Iran melakukan atau mendukung serangan, juga untuk menurunkan kemampuan Iran melancarkan serangan.

Dalam surat yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu, Iran juga menggunakan Pasal 51 Piagam PBB sebagai pembenaran tindakannya.

Para diplomat mengatakan bahwa surat dari AS kepada Dewan Keamanan PBB itu tiba setelah ada surat dari Iran.