Di Sidang, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Akui Bharada E & Sambo Tembak Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan R Soplanit dalam sidang lanjutan kematian Brigadir J alias Nofriyansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang kali ini yakni pemeriksaan saksi.

Di persidangan, Ridwan Soplanit mengatakan, Brigadir J tewas ditembak oleh Ferdy Sambo serta Bharada E alias Richard Eliezer. Hal ini dikatakannya saat hakim menanyakan perihal dirinya yang sempat disuguhi cerita rekayasa yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.

"Disuguhi juga seperti yang kamu ceritakan bahwa terjadi tembak menembak antara Eliezer dengan Yosua seperti yang kamu lakukan tadi. Sampai berapa lama cerita itu ada di benakmu? Berapa lama tertanam?," tanya hakim.

"Sampai dengan perjalanan proses pemeriksaan itu sampai di Polda Metro juga masih sama, sampai di Bareskrim masih sama," jawab Ridwan Soplanit.

Kemudian, ia kembali ditanya terkait cerita yang disampaikan oleh Ferdy Sambo kepadanya. Apa yang sebenarnya terjadi atas kasus tersebut.

"Yang benar yang mana menurut kamu?," tanya hakim.

"Yang kami ikuti saat ini, yang masih kami ikuti, bahwa memang terjadi ada. Bukannya terjadi peristiwa tembak menembak tapi peristiwa," jawab Ridwan.

"Enggak usah sungkan," ujar hakim

"Peristiwa menembak Yosua ditembak. Seperti itu," kata Ridwan.

"Oleh siapa?," tanya kembali hakim.

"Oleh Bharada E dan FS," jawab Ridwan kembali.

"Oleh Bharada E dan FS?" tanya hakim kembali.

"Iya betul," jawab Ridwan. [lia]