Di Sinetron 17+, Netizen Terbelah Sikap Soal Suami Jelalatan dan Tudingan Kesalahan pada Perempuan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sinetron 17+ yang baru tayang di salah satu stasiun televisi menuai kontroversi. Penyebabnya, salah satu cuplikan sinetron dituding menjadikan perempuan sebagai objek hingga menuai reaksi dari netizen.

Dalam potongan video yang diunggah akun Twitter @AREAJULID, tampak bapak-bapak sedang dikumpulkan oleh ketua RW yang diperankan oleh Afrizal Anoda di balai RW. Ketua RW mengumpulkan mereka karena stabilitas kampung terganggu akibat datangnya warga baru bernama Rosa.

Rosa yang digambarkan berbadan seksi itu membuat mata bapak-bapak jelalatan. Mereka kerap mencuri-curi pandang terhadap Rosa. Para istri pun marah besar hingga lapor ke ketua RW.

“Tolong bapak-bapak menertibkan istri masing-masing. Saya tolong bapak-bapak menjaga situasi kondusif dan tidak memancing reaksi dari para istri,” kata ketua RW dalam potongan video sinetron 17+ yang ditayangkan SCTV.

Diprotes

Adegan sinetron 17+, tayang perdana di SCTV, Kamis 1 Juli 2021 pukul 21.55 WIB (Dok Sinemart)
Adegan sinetron 17+, tayang perdana di SCTV, Kamis 1 Juli 2021 pukul 21.55 WIB (Dok Sinemart)

Sikap ketua RW tersebut diprotes warganet karena justru menyalahkan perempuan. Mereka berpendapat, yang seharusnya disalahkan adalah para bapak yang mata keranjang dan jelalatan.

Apalagi, dalam potongan video yang sama, perkataan Ketua RW itu ditanggapi salah seorang bapak.

“Soalnya, bodi Rosa bahenol pak. Istri kita iri jadinya,” katanya.

Warganet

Adegan sinetron 17+, tayang perdana di SCTV, Kamis 1 Juli 2021 pukul 21.55 WIB (Dok Sinemart)
Adegan sinetron 17+, tayang perdana di SCTV, Kamis 1 Juli 2021 pukul 21.55 WIB (Dok Sinemart)

Twit yang diretweet hingga puluhan kali itu langsung menuai protes dari netizen. “Kita hidup di society pembenci wanita. Wanita diselingkuhi suami, yang instropeksi harus istrinya. Wanita direndahkan yang harus diperbaiki pakaiannya,” kata @SOFTLILBR4T menanggapi unggahan tersebut.

Sejumlah warganet mengatakan bahwa hawa nafsu adalah tanggung jawab seseorang masing-masing. Bukan malah menyalahkan perempuan.

“Kan masalah Anda nggak nahan nafsu. Masa nyalahin perempuan lagi. Cantik disalahin. Gak bisa muasin suami lah, eh bang. Istri itu kerjanya bukan muasin kau doang,” kata @MukanyaAdaKok.

Kondisi Masyarakat

Tak sedikit para warganet yang melihat potongan video itu dari sisi sebaliknya. Sinetron tersebut justru menggambarkan kondisi masyarakat saat ini yang kerap mendiskreditkan perempuan hanya karena penampilan.

“Mereka hanya memerankan karakter sebagai bapak-bapak yang genit. Faktanya cowok genit emang kayak gitu. Maka digambarkan dalam sinetron bagaimana pola pikir laki-laki yang genit tanpa membenarkan perilaku genit itu sendiri,” kata @billie9eulis.

“Siapa tau sutradara sengaja satire sama keadaan yg ada dimasyarakat, nyindir alus pake hiperbola kek diadegan itu,” timpal @ALfaaa_Y.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel