Di Tengah Pandemi, Bisnis Kuliner Dua Anak Presiden dan Chef Arnold Dapat Kucuran Dana Miliaran Rupiah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Startup kuliner Mangkokku mengumumkan pendanaan pertamanya (seed funding) sejumlah 2 juta dolar (29 miliar rupiah) dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures.

Mangkokku sebuah perusahaan rintisan (startup) kuliner yang menawarkan hidangan dalam bentuk rice bowl atau nasi dengan lauk yang disajikan di dalam mangkuk. Meskipun konsep rice bowl berasal dari Jepang, namun tetap menghadirkan cita rasa makanan khas Indonesia dan menggunakan bahan-bahan lokal. Saat ini, Mangkokku memiliki 12 menu dengan harga terjangkau, mulai dari Rp19.000 hingga Rp54.000 per porsi.

Beberapa menu andalan seperti Endog with Burger Slice (nasi dengan telurdan daging burger) dan Sambal Korek Bawang Bone Marrow (nasi dengan sumsum dansambal korek bawang). Kuliner khas Indonesia ini didirikan pada 2019 oleh juri Master chef Indonesia Arnold Poernomo dan pengusaha kuliner Randy Kartadinata yang bekerja sama dengan dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Bisnis kuliner ini sudah memiliki 22 cabang di Jabodetabek dan akan merambah ke Surabaya dalam waktu dekat. Setiap cabang memiliki desain ruang makan yang artistik serta dapur terbuka sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses memasak yang higienis danaman. Dengan pendanaan terbaru ini, Mangkokku berencana menambah jumlah gerai hingga 30 cabang di akhir 2020 dan 75 cabang di 2021.

“Kecintaan kami pada makanan Indonesia menjadi dasar berdirinya Mangkokku. Kamipercaya kekuatan perusahaan ini ada pada kelezatan makanan kami dan inovasi kulinertanpa henti,” jelas Arnold.

Menghadapi pandemi dan visi besar Mangkokku

Founder Mangkokku
Founder Mangkokku

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Mangkokku berhasil beradaptasi dengan cepat untuk menjawab perubahan permintaan konsumen yang kini pergerakannya lebih terbatas. Hasilnya, tak hanya dapat terus melayani ribuan pelanggan setiap harinya,Mangkokku juga berkembang dengan cepat terutama sejak kuartal ketiga tahun ini.

“Mangkokku menjual 400 hingga 600 mangkuk per cabang setiap harinya. Angka inimungkin terlihat cukup besar, tapi kami ingin menciptakan sesuatu yang luar biasa danlebih besar dari bisnis-bisnis kami sebelumnya,” ujar Randy.

Sebagai langkah awal, tahun depan Mangkokku akan merambah ke luar konsep rice bowl, dimulai dengan minuman, makanan penutup dan seri sambal kemasan. Dari sana, akan terus mengeluarkan tipe makanan dan minuman lainnya untuk menjadi solusi kuliner komplet bagi masyarakat Indonesia.

“Kami melihat bisnis kuliner sebagai sektor yang dapat diuntungkan dari pendanaan ventura dan penggunaan teknologi. Mangkokku telah menunjukkan kinerja cemerlang bahkan saat pandemi. Hal ini membuktikan bahwa produk mereka telah diterima masyarakat dengan baik. Dukungan finansial dan bisnis serta pengalaman kami sebelumnya akan membantu Mangkokku berkembang lebih cepat menjadi perusahaan besar,” ujar Eko Kurniadi, Partner di Alpha JWC Ventures.