Di tengah pandemi, nilai ekspor karet Sumut pada 2020 naik 5,63 persen

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Nilai ekspor karet dan barang dari karet dari Sumatera Utara sepanjang 2020 mencapai 1,142 miliar dolar AS atau naik 5,63 persen dibandingkan 2019.

"Ternyata, di tengah pandemi COVID-19, ekspor Sumut masih membaik seperti karet dan barang dari karet yang masih bertumbuh 5,63 persen menjadi 1,142 miliar dolar AS, " ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi di Medan, Sumut, Rabu.

Pada 2019, nilai ekspor golongan barang tersebut mencapai 1,081 miliar dolar AS.

Menurut dia, kenaikan nilai ekspor karet dan barang dari karet pada 2020 didorong harga jual yang lebih mahal dari 2019.

"Karet dan barang dari karet memberi kontribusi 14,13 persen ke total nilai ekspor Sumut 2020, " katanya.

Dengan devisa 1,142 miliar dolar AS, karet dan barang dari karet Sumut tercatat terbesar kedua dalam memberi kontribusi ke devisa ekspor nonmigas Sumut.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah menyebutkan secara volume, ekspor karet Sumut pada 2020 memang turun dibandingkan 2019.

Pada 2020, ekspor karet Sumut turun 7,3 persen dari 2019 atau menjadi 380.005 ton.

Penurunan ekspor sebagai dampak pandemi COVID-19 yang membuat permintaan melemah termasuk adanya gangguan pengapalan akibat penundaan pengapalan (delay shipment) yang terjadi pada November-Desember 2020.

Namun, katanya, di tengah volume ekspor tertekan, harga jual naik atau rata-rata 1,31 dolar AS per kg.

Kenaikan harga ekspor berlangsung hingga kontrak Februari 2021 yang sudah di sekitar 1,56 dolar AS per kg.

Baca juga: Harga karet KKK 100 persen bertahan di atas Rp18.000/Kg
Baca juga: Musim gugur daun, ekspor karet Sumatera Utara merosot
Baca juga: Balai Litbang Kemenperin dukung hilirisasi produk karet alam