Di Tengah Perang, Istri Presiden Suriah Hamil  

TEMPO.CO, Damaskus - Tak peduli negaranya diamuk perang yang menewaskan ribuan orang, Presiden Suriah Bashar al-Assad dan istrinya, Asma, bakal memiliki momongan ketiga. Demikian laporan koran Libanon pro-Suriah, Al-Akhbar, Senin, 28 Januari 2013.

Al-Akhbar menyebutkan, laporan itu berdasarkan wawancara dengan Presiden Assad sendiri. Namun koran ini tidak menyebutkan detail kehamilan Asma. Meskipun demikian, tulisan koran ini membenarkan rumor kehamilan Asma seperti pernah diwartakan oleh situs berita berbasis di Amman, Al-Bawaba, pada Juni 2012 lalu.

Asma sendiri lahir di London dan kini berusia 37 tahun. Dia putri seorang bankir. Jika kabar ini benar, jabang bayi di rahimnya bakal menjadi anak ketiga pasangan yang sedang menghadapi amuk rakyat Suriah ini.

Asma sendiri sudah berbulan-bulan tidak pernah tampak di depan publik. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa dia telah meninggalkan Suriah demi alasan keamanan.

Selain Asma, ibu Presiden al-Assad juga telah meninggalkan Suriah untuk tinggal sementara di Uni Emirat Arab. Sedangkan saudara perempuan al-Assad, Bushra, menuju Uni Emirat Arab pada September 2012. Keterangan tersebut dibenarkan oleh seorang pejabat Amerika Serikat pada 24 Januari 2013. "Ibu presiden, Anisa Makhlouf, dan anggota lingkaran dalam keluarga terbang menuju negara Teluk," ujar pejabat yang tak disebutkan namanya.

AL ARABIYA | WASHINGTON POST | CHOIRUL

Berita Terpopuler Lainnya:

Polisi: Narkoba Raffi Terkait Jaringan Besar

Ini Racikan Narkoba Jenis Baru Raffi Cs

Ada Apa Raffi-Wanda? Ini Kata Yuni Shara

BNN: Tujuh Orang Positif Pakai Narkoba Jenis Baru

Status BBM Wanda Hamidah Sebelum Diciduk BNN

Roy Suryo Geram Ada Kasus Pelecehan Petenis

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.