Di UNS Jokowi Bicara soal Perubahan Kurikulum dan Karakter Dosen

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi mengingatkan kepada dunia kampus agar mampu dengan cepat berdaptasi menghadapi perubahan. Kecepatan dan inovasi kunci agar memenangkan kompetisi.

Menurut Kepala Negara, lulusan universitas harus punya kompetensi yang unggul bukan sekadar untuk dirinya semata namun bagi kemajuan bangsa dan negara.

"Dunia yang cepat berubah saat ini, kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk memenangkan kompetisi. Kita tidak boleh terjebak dengan cara biasa-biasa saja. Kita tidak boleh disandera oleh rutinitas yang biasa-biasa saja. Cara-cara baru harus terus dikembangkan," kata Jokowi saat memberi sambutan dalam Dies Natalis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ke-45, di Surakarta, Jateng pada Jumat, 12 Maret 2021.

Salah satu bukti konkret kata Jokowi adalah ketika terjadi pandemi COVID-19. Banyak kebiasaan seseorang dan organisasi berubah. Hal-hal tersebut dahulu yang dianggap tabu, justru kini menjadi cara hidup baru.

"Digitalisasi yang dahulu sulit diperkenalkan, sekarang semua institusi, semua harus melakukannya," kata dia.

Jokowi menyadari, bagi para pelaku usaha rintisan yang telah menggunakan teknologi sejak awal tentu adaptasi seperti ini mungkin sudah biasa. Di sisi lain, Jokowi mengatakan, revolusi industri jilid 4 atau dikenal 4.0, telah menggeser beberapa teori manajemen, organisasi dan model bisnis. Termasuk pola komunikasi dan perilaku masyarakat juga banyak berubah. Oleh karenanya lulusan universitas perlu menengok perkembangan zaman ke depan.

"Pasar tenaga kerja mengalami perubahan yang sangat drastis. Banyak jenis pekerjaan lama yang hilang, yang tidak dibutuhkan lagi. Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi. Dibutuhkan perubahan kurikulum dan dibutuhkan perubahan karakter dosen," kata dia.